Detik.com News
Detik.com
Jumat, 09/09/2011 23:54 WIB

Bocah 4 Tahun Terjepit Eskalator di ITC Mangga Dua

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Seorang bocah berusia 4 tahun bernama Shelby Marcella terjepit di eskalator ITC Mangga Dua, Pademangan, Jakarta Utara sore tadi. Akibat insiden itu, korban mengalami luka robek di bagian jari kaki kanannya.

"Kejadiannya terjadi pada Jumat (9/9) sekitar pukul 16.15 WIB," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP, Irwan Anwar saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (9/9/2011) malam.

Irwan menjelaskan, peristiwa bermula ketika korban datang ke ITC bersama ibunya. Saat itu, warga Apartemen City Park Tower B II/2 Kapuk, Jakarta Utara itu turun melalui eskalator di lantai 1 Blok C.

Ketika anak tangga eskalator membawa keduanya turun, tiba-tiba saja korban terjepit kaki kanannya. Akibatnya, korban mengalami luka robek di jari kakinya.

"Luka di bagian jempol, jari manis dan jari tengah," kata dia.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Husada, Jakarta Utara. Sementara aparat polisi yang mendapat laporan kejadian itu telah memeriksa dua saksi yakni petugas sekuriti dan karyawan ITC.

"Saksi-saksi lain masih dalam pemanggilan untuk pemeriksaan," ujarnya.

Polisi telah melakukan olah TKP di lokasi. Sementara eskalator kini ditutup untuk sementara waktu hingga proses penyidikan selesai.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mei/mok)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%