detikcom
Jumat, 09/09/2011 10:35 WIB

Aisha Jadi Muallaf di Masjid Jannatin Cilandak 22 Juni 2009

Chazizah Gusnita - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Aisha Wardhana yang bernama asli Caroline Ruhning Tyas Sasanti sempat mengaku dirinya seorang muallaf. Aisha yang heboh gara-gara pengakuannya ditembak dalam perjalanan ke Somalia ini membaca dua syahadat di Masjid Jannatin, Cilandak, Jakarta Selatan pada 22 Juni 2009.

"Oh ya memang pernah ada," kata Ketua Masjid M Sudardiri saat ditanyakan detikcom mengenai ciri-ciri Aisha di Masjid Jannatin, Cilandak, Jumat (9/9/2011).

Sudardiri kemudian menunjukkan berkas Caroline saat hendak masuk Islam. Berkas tersebut terdiri dari pas foto berukuran 4x6, fotokopi KTP, dan surat pernyataan hendak memeluk agama Islam.

Di KTP-nya, Aisha tercatat tinggal di Jl Agung Barat 26 B 23/5A RT 07 RW 10, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Aisha beragama Katolik dengan golongan darah B dan lahir pada 5 November 1975.

"Saya nggak begitu ingat karena memang sudah lama. Tapi memang ada dia datang ke sini. Saya juga ikut menghadiri proses muallafnya dia," ujarnya.

Dalam surat pernyataannya, saat itu Caroline menggunakan alamat tinggal di perumahanan Karaba Indah Blok K 10, Wadas, Teluk Jambe, Karawang Barat. Surat pernyataan hendak memeluk agama Islam itu ditandatangani oleh Caroline dengan dibubuhi materai 6.000.

Menurut Sudardiri, saat itu Caroline datang bersama orang lain. Namun Sudardiri tidak ingat berapa orang yang mengantar Caroline. Caroline membawa saksi bernama Indah yang juga ikut menandatangi surat pernyataan masuk Islam.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(gus/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%