Detik.com News
Detik.com
Kamis, 08/09/2011 12:42 WIB

Kapolri: Kecelakaan di Cipularang Terjadi Saat Jam Pengemudi Ngantuk

Anwar Khumaini - detikNews
Jakarta - Kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di beberapa titik Tol Cipularang (Cikampek-Purwakarta-Padalarang). Menurut Kapolri Jenderal Timur Pradopo, kecelakaan biasa terjadi pada saat jam mengantuknya para pengemudi.

"Kecelakaan itu kondisi saat jam-jam pengemudi mengantuk," kata Timur di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (8/9/2011).

Lalu apakah semua kecelakaan terjadi akibat para pengemudi mengantuk? Timur tidak membantah maupun mengiyakan. Ia hanya berujar semua hal akan dievaluasi.

"Semua dievaluasi," ujarnya.

Seperti diketahui, peristiwa terkini, 6 penumpang mobil minibus tewas setelah mengalami kecelakaan di ruas tol tersebut. Sebelumnya, pedangdut Saipul Jamil juga mengalami kecelakaan di ruas tol yang sama sehingga menyebabkan istrinya tewas di tempat.

Korban meninggal akibat kecelakaan pada mudik Lebaran tahun ini sebenarnya turun dari 746 pada 2010, menjadi 661 orang pada tahun ini, tapi jumlah kecelakaan naik terus hingga 33,08 persen. Sementara korban luka berat naik 155 orang, atau 15,91 persen.

Mabes Polri mencatat, kerugian material juga ikut naik akibat meningkatnya angka kecelakaan. Jumlah kerugian mencapai Rp 7,5 miliar atau naik 220 persen. Pada H-4 Lebaran saja, kerugian kecelakaan mencapai Rp 2 miliar.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(feb/nvt)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%