detikcom
Rabu, 07/09/2011 15:45 WIB

13 Penghuni Gelap Rusun Pondok Bambu Terancam Diusir

Andri Haryanto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: Andry/detikcom
Jakarta - Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta melakukan sidak guna mengantisipasi menyusupnya penghuni gelap yang menempati Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Pondok Bambu, Jl Haji Dogol, Duren Sawit, Jakarta Timur. Hasilnya, sebanyak 13 penghuni gelap terjaring operasi dan terancam diusir.

"Mereka yang ditertibkan karena menghuni tidak sesuai dengan surat perjanjian menghuni rusun. Mereka mengontrakkan ke orang lain," kata Kasie Pelayanan UPT Pengelolaan Rusun Wilayah 3 Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, Rustiadi Hendi.

Pernyataan tersebut disampaikannya usai melalukan sidak dan penertiban di Rusunawa Pondok Bambu, Jl Haji Dogol, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (6/9).

Prosedur yang ditetapkan pihaknya adalah, setiap penghuni resmi yang mendiami rusun tersebut tidak berwenang mengontrakkan huniannya ke orang lain.

Rustiadi menambahkan, penertiban yang dilakukannya tersebut menyusul terjadinya peristiwa pembunuhan seorang ibu rumah tangga yang diduga dilakukan menantunya sendiri. Korban beserta anaknya diketahui menghuni kamar 415 Blok B tidak sesuai surat perjanjian yang tercatat di pihak pengelola rusun.

"Mereka ilegal karena kamar tersebut seharusnya dihuni oleh seorang dokter," kata Rustiadi.

Dari sidak yang digelar tadi, sebanyak 13 unit disegel karena diketahui sebagai penghuni ilegal. Segel dilakukan di dua blok rusun tersebut. Di blok A terdapat 6 unit dan blok B 7 unit. Sementara itu, terdapat 100 unit hunian dari dua blok yang berdiri.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ahy/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 14:12 WIB
    Ridwan Hasan Saputra: Matematika Sulit, Itu Fitnah
    Gb Pekan lalu, media sosial dihebohkan menyusul kabar tentang tugas matematika seorang siswa sekolah dasar bernama Habibi, yang mendapat nilai merah dari gurunya. Habibi disalahkan sang guru karena menuliskan bahwa 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 4x6, bukan 6x4.
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%