detikcom
Selasa, 06/09/2011 13:39 WIB

Rizal Ramli Duga Nasrudin Ditembak Sniper Profesional

Ari Saputra - detikNews
Jakarta - Siapa pembunuh sebenarnya yang mencabut nyawa Nasrudin Zulkarnaen masih menjadi perdebatan hukum. Pun demikian, tidak tertutup kemungkinan penembakan dilakukan oleh penembak jitu (sniper) profesional.

"Pembunuh sebenarnya adalah profesional sniper dan itu harus dibuktikan dan dibuka oleh pengadilan," kata Menko Perekonomian era Gus Dur, Rizal Ramli saat menghadiri sidang Peninjauan Kembali (PK) Antasari di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (6/9/2011).

Menurut dia, orang-orang yang telah dituduh membunuh dan menembak perlu dipanggil kembali ke muka pengadilan. Pemanggilan ini untuk menanyai kembali orang-orang tersebut guna membuktikan apakah ada keterlibatan sniper profesional.

"Itu harus dibuka dengan betul-betul karena pembunuh sesungguhnya bukan mereka," ucap Rizal.

Rizal Ramli hadir dalam sidang PK dengan terpidana Antasari Azhar bersama dengan politisi Gerindra Permadi yang mengenakan baju serba hitam dan artis era 80-an Pong Harjatmo. Sempat hadir pula Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham.

Sebelumnya Komisi Yudisial (KY) menilai ada pengabaian bukti-bukti penting yang dilakukan hakim tingkat pertama hingga kasasi. Misalnya pengabaian keterangan ahli balistik dan forensik dan tidak dihadirkannya baju bukti korban di persidangan.

Antasari sendiri telah dipidana dengan penjara 18 tahun pada 11 Februari 2010. Keputusan ini semakin kuat setelah Mahkamah Agung menolak bandingnya. Antasari tetap dinilai bersalah dalam kasus pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Dalam putusan pengadilan Antasari disebut sebagai intellectual dader atau otak pelaku dalam menganjurkan pembunuhan berencana terhadap Nasrudin.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(Ari/vit)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%