detikcom
Selasa, 06/09/2011 12:15 WIB

Dari 14 Parpol Baru, Hanya 3 yang Kemungkinan Lolos Verifikasi

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Kementerian Hukum dan HAM sudah melakukan verifikasi awal terhadap 14 parpol baru. Namun dari jumlah itu, hanya tiga yang dianggap memenuhi persyaratan sementara.

"Dari sekian yang mendaftar paling banyak tiga lolos. Maksud saya paling banyak tiga, jadi bisa dua atau satu," kata Dirjen AHU Aidir Amin Daud kepada detikcom, Selasa (6/9/2011).

Saat didesak lebih jauh, parpol mana saja yang dimaksud, Aidir enggan menyebutkannya. Menurut dia, hasil keputusan tim akan diumumkan sekitar bulan Oktober 2011.

"Jadi itu belum ada keputusan. Masih dalam verifikasi awalnya saja," tambah Aidir.

Apa persyaratan yang gagal dilengkapi partai baru tersebut? Aidir menjelaskan, penyebaran pengurus di daerah yang belum memenuhi kriteria dalam UU Parpol.

"Susah partai-partai itu. Perlu ada keajaiban untuk menyelamatkan dirinya. Kalau kita hitung, penyebarannya kurang," ceritanya.

Untuk diketahui, di undang-undang diatur bahwa partai yang akan mengikuti Pemilu 2014 wajib membangun kepengurusan di seluruh provinsi, di 75 persen kabupaten pada setiap provinsi, dan di 50 persen kecamatan pada setiap kabupaten.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%