Senin, 05/09/2011 17:44 WIB
Disekap 11 Hari, Siswi SMA Dicekoki Sabu & Dipaksa Ngeseks
"Resmob telah mengungkap satu lagi kasus penculikan yang korbannya ini dibawah umur, baru 15 tahun. Korban disekap selama 11 hari," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (6/9/2011).
Tersangka berhasil ditangkap aparat Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Sabtu (4/9) siang kemarin. Tersangka dijerat dengan pasal 333 KUHP tentang merampas kemerdekaan orang lain dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.
"Tersangka juga dapat dikenakan UU Perlindungan anak, karena korban di bawah umur," kata Baharudin.
Baharudin mengatakan, pelaku mengajak korban untuk jalan-jalan. Setelah itu, pelaku disekap selama 11 hari di rumah kontrakan yang dikontrak pria yang sudah bercucu itu.
"Tersangka sudah ditangkap. Mereka berkenalan sebelumnya, kemudian jalan-jalan, lalu disekap sejak tanggal 24 Agustus hingga 4 September 2011," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Unit II Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Ardianto Tedjo Baskoro menjelaskan, peristiwa itu terungkap saat Polda Metro Jaya menerima laporan dari ibu korban pada 2 Septermber 2011 lalu. Ibu korban melaporkan anaknya tidak pulang ke rumahnya di Bogor Barat, Kota Bogor sejak 24 Agustus 2011 lalu.
"Ibu korban mendapat SMS dari teman korban pada tanggal 1 September yang mengabarkan kalau anaknya (GA) sedang berada di Kampung Ambon, Jakarta Barat, diajak beli narkotika oleh pelaku," kata Ardianto.
Berdasarkan laporan tersebut, polisi kemudian menindak lanjutinya. Polisi kemudian melacak keberadaan korban dan pelaku.
"Atas dasar laporan tersebut, kita tangani dan kita telusuri, ternyata mereka ada di Bogor," katanya.
Saat itu juga, polisi kemudian menangkap pelaku dan membebaskan korban. Di lokasi, petugas menemukan sebuah bong (alat hisap sabu) dan alumunium foil bekas pakai.
Saat ditemukan, kondisi korban tengah teler akibat pengaruh narkotika. Polisi juga melakukan tes urin terhadap korban dan pelaku. "Hasil tes urin positif," ucapnya.
Sementara itu, berdasarkan pengakuan pelaku kepada polisi, pelaku dan korban awalnya berkenalan di Bogor Trade Mall (BTM) pada 24 Agustus lalu. Pelaku kemudian mengajak korban makan di mal tersebut.
"Kemudian diajak ke Kampung Ambon. Di sana hanya sebentar, hanya ambil barang (sabu) saja," katanya.
Setelah itu, korban kemudian dibawa kembali ke Bogor, namun tidak dikembalikan ke orangtua korban melainkan dibawa ke rumah pelaku. Di rumah tersebut, pelaku yang sudah beristri itu setiap hari mencekoki korban dengan sabu.
"Korban juga dipaksa berhubungan intim dalam keadaan terpengaruh narkotika," katanya.
Kini, pelaku diserahkan ke Polsek Bogor Barat untuk diproses lebih lanjut. Sementara korban telah dikembalikan ke orangtuanya. "Karena TKP-nya di wilayah Bogor, maka kita limpahkan ke Polres Bogor Kota," tutupnya.
(mei/lrn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 22/05/2013 04:18 WIB
Guru Les Culik Mantan Muridnya, Minta Tebusan Rp 50 Juta
-
Rabu, 22/05/2013 02:43 WIB
Diduga Bom Ikan Meledak, Dua Nelayan Hilang di Laut Kepri
-
Rabu, 22/05/2013 00:53 WIB
Makan di Pendopo Sipanji Banyumas, Megawati Cerita Kondisi Indonesia
-
Selasa, 21/05/2013 23:48 WIB
Polres Dumai Riau Bekuk 2 Pengedar Narkoba
-
Selasa, 21/05/2013 23:12 WIB
Insiden Tenggelamnya KM Karya Indah di Sungai Mahakam Dipolisikan
-
Rabu, 22/05/2013 03:07 WIB
Gunakan Cermin Dua Sisi di Toilet Wanita, Klub Malam Ini Digugat
-
Rabu, 22/05/2013 04:18 WIB
Guru Les Culik Mantan Muridnya, Minta Tebusan Rp 50 Juta
-
Rabu, 22/05/2013 04:59 WIB
Wakil Ketua Komisi IX: Freeport Lakukan Pengabaian Keselamatan Pekerja
-
Selasa, 21/05/2013 12:52 WIB
Ini Dia Darin Mumtazah, Pelajar yang Dekat dengan Luthfi Hasan
-
Selasa, 21/05/2013 09:29 WIB
Ini Penyebab NN Tega Memotong Kelamin Abdul di Pamulang
-
Rabu, 22/05/2013 00:53 WIB
Makan di Pendopo Sipanji Banyumas, Megawati Cerita Kondisi Indonesia
-
Rabu, 22/05/2013 00:12 WIB
Ratusan Pemanas Air dari Sendok Disita dari Ruangan Napi di Rutan Medaeng
-
Selasa, 21/05/2013 17:30 WIB
Kata Ibunda ke Tetangga: Biarin Darin Dikawinin, Daripada Dia Hidup Susah
-
358 Komentar
-
238 Komentar
-
229 Komentar
-
211 Komentar
-
210 Komentar
-
210 Komentar
-
174 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
15 Tahun Reformasi
Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,845.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 16:52 WIB
Darin Mumtazah dan Keluarga Kontrak Rumah di Jatinegara Rp 75 Juta/Tahun
-
Selasa, 21/05/2013 16:07 WIB
Elite PKS Tak Tahu Hubungan Darin Mumtazah dan Luthfi Hasan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.
