detikcom
Senin, 05/09/2011 10:03 WIB

Masjid Agung Samarra Irak Bermenara Spiral

Nurvita Indarini - detikNews
(Foto: www.islamicity.com)
Jakarta - Masjid Agung Samarra adalah masjid abad ke-9 yang terletak di Samarra, Irak. Keistimewaan masjid ini adalah salah satu masjid terluas dalam sejarah masjid Islam. Selain itu, masjid ini memiliki menara spiral.

Masjid ini mulai dibangun pada sekitar tahun 833 hingga 842 oleh khalifah Abbasiyah al-Mutawakkil, khalifah ke-10 dari Dinasti Abbasiyah, yang memerintah di Samarra sejak 847 hingga 861. Menara masjid ini bentuknya tidak sama seperti menara masjid pada umumnya lantaran bentuknya yang seperti cangkang siput. Menaranya disebut sebagai Menara Malwiya atau Menara Samarra.

Masjid ini terletak di sebelah timur Sungai Tigris, atau 125 kilometer ke arah utara ibukota Irak, Baghdad. Bangunan masjid dibuat dari batu bata yang telah dibakar. Bila dilihat sekilas, bangunan ini lebih mirip benteng pertahanan ketimbang masjid. Maklum tidak ada simbol yang memperlihatkan bahwa bangunan ini adalah masjid.

Kerusakan sempat dialami masjid ini,sehingga pembangunan kembali dilakukan pada tahun 849 dan 852. Menara ini memiliki luas 239 meter kali 156 meter. Tiga jalan masuk sengaja dibangun oleh pemerintah setempat untuk memudahkan mencapai masjid tersebut.

Di masjid ini terdapat 16 pintu masuk dan 17 lorong yang terhubung dengan ruang salat dan serambi masjid. Di serambi itu terdapat tiang-tiang pilar rangkap tiga. Sedangkan di dinding masjid ada panel dengan mozaik kaca biru gelap. Seni dan arsitektur masjid ini terpengaruh pada seni yang berkembang pada masa-masa sebelumnya. Misalnya saja ukiran semen di dalam masjid dan desain bunga yang geometris merupakan dekorasi awal bangunan Islam.

Nah, untuk mencapai puncak menara harus menggunakan tangga. Uniknya tangga melingkar ini dibangun berbarengan dengan bangunan menara yang spiral dan memiliki ketinggian 52 meter itu. Bentuk menara yang seperti ini mengingatkan pada menara Babel di masa Kerajaan Babilonia di Mesopotamia.

Menara ini terbuat dari batu pasir. Di bagian atas menara merupakan ruangan dari kayu yang digunakan untuk mengumandangkan adzan. Namun karena tingginya menara ini membuat pengumandangan adzan dari menara tersebut tidak praktis.

Pada 1 April 2005, bagian atas menara Malwiya rusak oleh bom. Akibat bom, batu bata di puncak menara hancur. Gerilyawan dilaporkan menyerang menara karena pasukan Amerika Serikat telah menggunakannya sebagai titik pengintaian. Namun sekutu AS, PM Inggris Tony Blair pada 21 Januari 2011 mengatakan pemberontak sengaja menyerang masjid untuk menghasut kaum Sunni dan Syiah sehingga mengacaukan Negeri 1001 Malam itu. Tak hanya menara, kubah masjid yang berlapis emas juga pernah diserang.

Pada 2007 lalu, Badan PBB bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya (UNESCO) mengumumkan Masjid Samarra di Iraq masuk daftar tempat bersejarah di dunia atau World Heritage Sites. Sejumlah perbaikan pun dilakukan terkait banyaknya kerusakan di bangunan tersebut.


Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(vit/nwk)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%