detikcom
Minggu, 04/09/2011 22:07 WIB

BNPB: Relokasi Bukan Solusi Harga Mati Bagi Korban Bencana Merapi

Parwito - detikNews
Halaman 1 dari 2
Magelang - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Ma’arif menegaskan relokasi bukan satu-satunya solusi untuk melakukan penyelamatan korban erupsi dan banjir lahar dingin Merapi. Sebab masih ada banyak jalan lain untuk menyelamatkan dan memulihkan mereka dari bencana itu.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala BNPB Syamsul Ma’arif Minggu(04/09/2011) usai melakukan kunjungan dan dialog dengan korban banjir lahar dingin Merapi di Hunian Sementara (Huntara) Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jateng.

“Yah betul relokasi bukan harga mati untuk tangani erupsi dan banjir lahar dingin Merapi,” tegas Syamsul Ma’arif.

BNPB menganggap relokasi bukan satu-satunya solusi karena masih ada masyarakat di sekitar Merapi yang enggan untuk direlokasi. Sehingga secara cepat pula masyarakat harus memutuskan apabila berubah pikiran ingin dipindah. Persoalan ini pula diserahkan sepenuhnya dari BNPB kepada kepala daerah dalam hal ini gubernur dan bupati.

“Namun ternyata semua masyarakat tidak mau turun. Oke. Sementara kita serahkan ke kepala daerah setempat yaitu gubernur dan bupati. Beberapa warga kita bangunkan rumah yang bagus. Ada diantara saudara setelah melihat rumah yang jadi turun? Silahkan. Tapi harus mengambil sikap dan langkah cepat supaya kita buatkan rencana cepat pula,” ungkap Syamsul.

Syamsul Ma’arif menjelaskan saat ini bencana erupsi Merapi yang sudah masuk tahap rehabilitasi dan rekontruksi. Namun tidak bisa lepas begitu saja terhadap masalah kelanjutan erupsi yaitu bencana lahar dingin Merapi yang masih mengancam.

“Rencana aksi rehab rekon akan difokuskan untuk erupsi merapi lebih dahulu. Tetapi kita tidak bisa lepas dari masalah lanjutan dari erupsi. Sampai saat ini lahar dingin belum habis. Tidak mungkin kita buat rencana sepotong. Kawatir ada blue print nanti masyarakat tidak mau perubahan ada gejolak,” jelas Syamsul Ma’arif. Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fiq/van)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%