Senin, 29/08/2011 21:06 WIB

Persis: Ada Kesalahan dalam Penanggalan 1 Syawal di Kalender

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Berbeda dengan biasanya, penetapan 1 Syawal pemerintah tidak sinkron dengan perhitungan di kalender pada umumnya. Persatuan Islam (Persis) mencurigai adanya kesalahan dalam sistem penanggalan tersebut.

Untuk diketahui, sejumlah kalender di Tanah Air sudah dari jauh-jauh hari menuliskan tanggal Lebaran jatuh pada 30 Agustus 2011. Namun keputusan pemerintah hari ini berbeda, 1 Syawal 1432 Hijriah ditetapkan pada 31 Agustus 2011 karena hilal belum terlihat.

Perwakilan dari Persis Syarief Ahmad Hakim mempertanyakan penanggalan di kalender tersebut. Sebab menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Gaduh karena ada banyak almanak 1 Syawal itu hari Selasa. Saya telusuri ada kesalahan berpedoman pada SKB (surat keputusan bersama) 3 menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama," kata Syarief saat memberikan pendapat di sidang itsbat di kantor Kemenag, Jl Lapangan Banteng, Senin (29/8/2011).

"Apakah ada unsur kesengajaan atau kekhilafan, bisa jadi yang buat kalender karena berpatokan pada SKB yang sudah-sudah. Ketika melihat hari libur itu hari Selasa, akhirnya itu ditetapkan 1 Syawal," tambahnya.

Syarief pun meminta agar Menteri Agama Suryadharma Ali bisa menjelaskan persoalan ini. Ke depan, penanggalan kalender harus sesuai dengan perhitungan rukyat.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(fjr/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%