detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 06:02 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 29/08/2011 21:06 WIB

Persis: Ada Kesalahan dalam Penanggalan 1 Syawal di Kalender

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Berbeda dengan biasanya, penetapan 1 Syawal pemerintah tidak sinkron dengan perhitungan di kalender pada umumnya. Persatuan Islam (Persis) mencurigai adanya kesalahan dalam sistem penanggalan tersebut.

Untuk diketahui, sejumlah kalender di Tanah Air sudah dari jauh-jauh hari menuliskan tanggal Lebaran jatuh pada 30 Agustus 2011. Namun keputusan pemerintah hari ini berbeda, 1 Syawal 1432 Hijriah ditetapkan pada 31 Agustus 2011 karena hilal belum terlihat.

Perwakilan dari Persis Syarief Ahmad Hakim mempertanyakan penanggalan di kalender tersebut. Sebab menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Gaduh karena ada banyak almanak 1 Syawal itu hari Selasa. Saya telusuri ada kesalahan berpedoman pada SKB (surat keputusan bersama) 3 menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama," kata Syarief saat memberikan pendapat di sidang itsbat di kantor Kemenag, Jl Lapangan Banteng, Senin (29/8/2011).

"Apakah ada unsur kesengajaan atau kekhilafan, bisa jadi yang buat kalender karena berpatokan pada SKB yang sudah-sudah. Ketika melihat hari libur itu hari Selasa, akhirnya itu ditetapkan 1 Syawal," tambahnya.

Syarief pun meminta agar Menteri Agama Suryadharma Ali bisa menjelaskan persoalan ini. Ke depan, penanggalan kalender harus sesuai dengan perhitungan rukyat.



Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(fjr/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%