detikcom
Jumat, 26/08/2011 00:31 WIB

Laporan dari Riga

Latvia Ingin Ada Indonesian Studies

Eddi Santosa - detikNews
Riga - Hubungan bilateral Indonesia-Latvia dalam 3 tahun terakhir semakin erat. Latvia bahkan pada tahun ini merencanakan untuk membuka Indonesian Studies di Universitas Latvia.

Hal itu disampaikan Kuasa Usaha Ad-interim (KUAI) KBRI Stockholm, Swedia, Endang Wirawan, yang juga memegang akreditasi untuk Republik Latvia, kepada detikcom baru-baru ini.

KUAI berada di Riga memimpin delegasi kesenian KBRI Stockholm, dalam rangka diminta partisipasi pada pembukaan kembali The Art Museum Riga Bourse di gedung baru, bersamaan dengan festival HUT ke-20 Pembebasan Latvia dari Uni Sovyet (21-22/8/2011).

"Ini masih dalam tahap awal. Pihak universitas ingin agar pemerintah Indonesia memberikan beasiswa seperti Darmasiswa atau beasiswa-beasiswa lainnya, sehingga akan semakin banyak mahasiswa atau dosen Latvia yang bisa belajar mengenai Indonesia," ujar KUAI.

Menurut KUAI, dari sisi dana Latvia ada keterbatasan, sehingga rencana tersebut mungkin dapat dibiayai melalui jalur Uni Eropa (UE). "Ada skema-skema kerjasama pendidikan antar-negara Eropa dan pihak ketiga. Mungkin itu yang akan kita jajagi," terang KUAI.

Dijelaskan, dari pihak Indonesia sendiri dalam acara seminar mengenai Indonesia di Universitas Latvia pada April lalu itu sudah dijajagi dengan Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gajah Mada (UGM).

"Kita rencanakan ada forum konsultasi bilateral pertama, yang dijadwalkan akan diselenggarakan pada November tahun ini. Melalui forum ini kita bisa mengintensifkan upaya itu. Kalau bisa tercapai akan sangat bagus sekali," demikian KUAI.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(es/es)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%