detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 12:36 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 26/08/2011 00:31 WIB

Laporan dari Riga

Latvia Ingin Ada Indonesian Studies

Eddi Santosa - detikNews
Riga - Hubungan bilateral Indonesia-Latvia dalam 3 tahun terakhir semakin erat. Latvia bahkan pada tahun ini merencanakan untuk membuka Indonesian Studies di Universitas Latvia.

Hal itu disampaikan Kuasa Usaha Ad-interim (KUAI) KBRI Stockholm, Swedia, Endang Wirawan, yang juga memegang akreditasi untuk Republik Latvia, kepada detikcom baru-baru ini.

KUAI berada di Riga memimpin delegasi kesenian KBRI Stockholm, dalam rangka diminta partisipasi pada pembukaan kembali The Art Museum Riga Bourse di gedung baru, bersamaan dengan festival HUT ke-20 Pembebasan Latvia dari Uni Sovyet (21-22/8/2011).

"Ini masih dalam tahap awal. Pihak universitas ingin agar pemerintah Indonesia memberikan beasiswa seperti Darmasiswa atau beasiswa-beasiswa lainnya, sehingga akan semakin banyak mahasiswa atau dosen Latvia yang bisa belajar mengenai Indonesia," ujar KUAI.

Menurut KUAI, dari sisi dana Latvia ada keterbatasan, sehingga rencana tersebut mungkin dapat dibiayai melalui jalur Uni Eropa (UE). "Ada skema-skema kerjasama pendidikan antar-negara Eropa dan pihak ketiga. Mungkin itu yang akan kita jajagi," terang KUAI.

Dijelaskan, dari pihak Indonesia sendiri dalam acara seminar mengenai Indonesia di Universitas Latvia pada April lalu itu sudah dijajagi dengan Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gajah Mada (UGM).

"Kita rencanakan ada forum konsultasi bilateral pertama, yang dijadwalkan akan diselenggarakan pada November tahun ini. Melalui forum ini kita bisa mengintensifkan upaya itu. Kalau bisa tercapai akan sangat bagus sekali," demikian KUAI.

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(es/es)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%