Detik.com News
Detik.com
Rabu, 24/08/2011 14:50 WIB

Polda Metro Jaya Musnahkan Narkoba Senilai Rp 20 Miliar

E Mei Amelia R - detikNews
Polda Metro Jaya Musnahkan Narkoba Senilai Rp 20 Miliar
Jakarta - Aparat Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya memusnahkan barang bukti narkoba senilai Rp 20 miliar lebih. Barang bukti tersebut didapat dari enam tersangka yang ditangkap selama Juni-Juli 2011.

"Sebagaimana amanat Undang-Undang, pemusnahan barang bukti dilakukan pada tahap penyidikan setelah penyidik melakukan pemeriksaan 7 hari dan telah mendapat ketetapan," ujar Wakil Direktur Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Krisno Siregar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/8/2011).

Pemusnahan ini dihadiri pejabat dari kejaksaan dan pengadilan negeri dan disaksikan oleh para tersangka. Pemusnahan dilakukan petugas laboratorium forensik.

"Total 7,7 kilogram sabu dan 350 butir ekstasi yang kita musnahkan," katanya.

Sementara itu, Kepala Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Eko Saputro mengatakan, barang bukti tersebut didapat dari kelompok tersangka HR alias CM, NH alias BN dan RH alias IY, YN alias NM alias AF, serta kelompok SG alias HL alias AS dan seorang WN Malaysia berinisial KL alias AN.

Keenam tersangka ditangkap di empat lokasi berbeda. Kelompok HR ditangkap di Komplek Pergudangan Bandara, Tangerang dan kelompok SG ditangkap di Apartemen City Lofts, Jl KH Mas Mansyur dan Apartemen Sahid Residence.

Pemusnahan sabu dilakukan dengan cara dilarutkan dalam air panas kemudian dibuang ke kolam pembuangan. Sebelum dimusnahkan, barang bukti sabu dites oleh labfor dengan cara meneteskan cairan kimia pada sabu.

"Kalau warnanya biru atau orange, maka positif mengandung metampethamine," ujar Eko.

Eko mengatakan, salah satu tersangka berinisial KL telah ditangkap lima kali oleh aparat kepolisian atas kasus yang sama. Ia juga telah bolak-balik penjara karena tidak jera mengedarkan narkotika.

"Salah satu tersangka, KL adalah residivis, Polda Metro Jaya sudah menangkapnya 3 kali dan 2 kali oleh Polres Jakarta Barat," ujar Eko.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/nal)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%