Selasa, 23/08/2011 23:11 WIB

SBY: Berperang Jangan Hancurkan HAM

Luhur Hertanto - detikNews
Jakarta - Di dalam sebuah peperangan, para prajurit akan menghadapi situasi yang menyedihkan, membunuh atau dibunuh. Namun aksi militer juga harus proporsional, mengenal etika dan menghormati HAM.

Maka pendidikan HAM sedari awal bagi para prajurit tidak boleh diabaikan. Demikian wanti Presiden SBY dalam acara berbuka puasa bersama di Pusat Pendidikan Infranteri TNI AD, Cipatat, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (23/8/2011).

"Ada hukum dan etika tidak begitu saja menghancurkan HAM yang tidak ikut berperang. Pelatih tetap harus melatih para prajurit untuk berperang tapi tidak melanggar HAM," ujar SBY.

Menurut pengalamannya berkarir di TNI, SBY sangat yakin dalam sebuah aksi peperangan menjaga kedaulatan negara, prajurit tetap dapat menegakkan moralitas dan etika. Yakni tidak melakukan aksi militer yang melebihi kepatutan sebagaimana menjadi kesepakatan dalam konvensi Jenewa.

"Berperang janganlah melebihi kepatutannya, kalau tidak perlu ya buat apa dilakukan? Penduduk sipil dibuat ini dan itu, padahal tidak perlu. Tawanan perang ya tetap tawanan perang, tapi tidak perlu disakiti," ujar SBY.

"Prajurit yang berperang sesuai hukum dan etika, perangnya akan dimudahkan dan berhasil," imbuh SBY.

Sebelumnya ditegaskan, perang adalah langkah terakhir yang akan Indonesia tempuh untuk tetap pertahankan kedaulatan negara. Langkah pertama yang ditempuh untuk menyelesaikan masalah, adalah langkah diplomasi dan politik.

"Jangan sedikit-sedikit, perang. Bisa kita bisa selesaikan secara diplomasi dan politik, agar kedaulatan negera kita tegak. Tapi kalau sudah tidak ada cara lain, prajurit harus siap tempur," tegas SBY.

(lh/ape)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    66%
    Kontra
    34%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel