Selasa, 23/08/2011 10:23 WIB

Anggota TNI yang Digorok di Jayapura Berpangkat Kapten

Erwin Senduk - detikNews
Foto: Bahrun
Jayapura - Anggota TNI yang tewas digorok di Jayapura, Papua, diketahui berpangkat kapten. Dia bertugas di Kodam XVII Cendrawasih, Jayapura.

Korban bernama lengkap Kapten Inf Tasman kelahiran Aceh. Dia merupakan anggota Pabintal Kodam XVII Cenderawasih, Jayapura.

Menurut data lapangan yang berhasil dihimpun detikcom, Selasa (23/8/2011) sekitar pukul 07.00 WIT, korban yang menggunakan Honda Vario DS 2605 AY, melintas di Jalan Baru, Campwolker, Perumnas III Jayapura. Dia kemudian dihadang oleh 2 orang tak dikenal.

Aksi penghadangan ini disaksikan seorang mahasiswa, Kiki Hay (23) yang hendak melintas dari arah berlawanan. Saksi kemudian melihat kedua pelaku menikam anggota Kapten Tasman dengan menggunkan pisau dibagian perut sementara pelaku lain membacok dengan menggunkan parang.

Saat ini pihak keamanan masih melakukan penyisiran sekitar lokasi kejadian. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai insiden berdarah ini.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fay/fay)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
37%
Kontra
63%