Detik.com News
Detik.com
Selasa, 23/08/2011 10:23 WIB

Anggota TNI yang Digorok di Jayapura Berpangkat Kapten

Erwin Senduk - detikNews
Anggota TNI yang Digorok di Jayapura Berpangkat Kapten Foto: Bahrun
Jayapura - Anggota TNI yang tewas digorok di Jayapura, Papua, diketahui berpangkat kapten. Dia bertugas di Kodam XVII Cendrawasih, Jayapura.

Korban bernama lengkap Kapten Inf Tasman kelahiran Aceh. Dia merupakan anggota Pabintal Kodam XVII Cenderawasih, Jayapura.

Menurut data lapangan yang berhasil dihimpun detikcom, Selasa (23/8/2011) sekitar pukul 07.00 WIT, korban yang menggunakan Honda Vario DS 2605 AY, melintas di Jalan Baru, Campwolker, Perumnas III Jayapura. Dia kemudian dihadang oleh 2 orang tak dikenal.

Aksi penghadangan ini disaksikan seorang mahasiswa, Kiki Hay (23) yang hendak melintas dari arah berlawanan. Saksi kemudian melihat kedua pelaku menikam anggota Kapten Tasman dengan menggunkan pisau dibagian perut sementara pelaku lain membacok dengan menggunkan parang.

Saat ini pihak keamanan masih melakukan penyisiran sekitar lokasi kejadian. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai insiden berdarah ini.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fay/fay)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%