detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 10:08 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 16/08/2011 13:38 WIB

Anas Urbaningrum akan Bangun 'Flyover' di Rumah Baru foto

M Rizki Maulana - detikNews
Halaman 1 dari 3
Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum terus menjadi sorotan. Di tengah isu-isu miring yang ditiupkan mantan Bendahara Umum PD M Nazaruddin, Anas juga terus disorot tentang rumah barunya. Sorotan terbaru: Anas ternyata ingin membangun jembatan yang menghubungkan rumah baru dan lama yang melintasi jalan kompleks.

Wajar kalau Anas terus jadi sorotan. Maklum, dia adalah ketua umum sebuah partai politik yang besar, pemenang Pemilu 2009, partai yang berkuasa saat ini. Anas mulai disorot ketika namanya jadi objek tudingan Nazaruddin. Mantan koleganya itu menuding dia dengan sangat negatif. Atas tudingan-tudingan negatif itu, dia telah membantah keras.

Selain tudingan Nazaruddin, Anas juga disorot dengan kekayaannya yang dianggap melimpah. Mobilnya banyak, sebagian mobil yang dianggap publik mobil mewah. Dia juga memperluas rumahnya dan membangun rumah baru dengan bangunan yang wah! Banyak yang menganjurkan agar Anas segera mengklarifikasi harta kekayaannya, agar citranya tidak semakin terpuruk.

Rumah Anas ini berlokasi di Jalan Teluk Langsa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Anas memang sudah lama tinggal di kawasan ini. Namun, beberapa bulan lalu, tidak lama setelah menjadi ketua umum DPP PD, dia mulai memperluas rumahnya dengan membeli lebih dari satu kavling rumah di seberang rumah lamanya.

Beberapa waktu lalu, rumah Anas sering didatangi para wartawan untuk melihat dari dekat penampakan rumah mantan ketua umum PB HMI dan mantan anggota KPU itu. Bahkan, Anas juga pernah menggelar jumpa pers di rumah barunya itu, meski masih dalam proses pembangunan.

Kini, berita tentang rumah Anas Urbaningrum kembali muncul setelah beredar surat Anas Urbaningrum kepada para tetangganya. Surat itu bukan surat bertanggal baru. Tapi bertanggal 14 April 2011, jauh hari sebelum Nazaruddin dijadikan tersangka kasus suap tender proyek Wisma Atlet. Surat itu juga dibuat Anas jauh sebelum citra buruk menimpa dirinya akibat tudingan-tudingan Nazaruddin.

Surat satu lembar itu berjudul 'Surat Permohonan Persetujuan'. Intinya dalam surat yang ditujukan kepada warga Kav AL Duren Sawit RT 06/17 Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur itu, Anas Urbaningrum meminta izin karena dia akan membangun jembatan penghubung bangunan rumah di Jl. Teluk Langsa Raya Blok C9 nomor 1, yang tak lain adalah rumah Anas Urbaningrum. Jembatan itu berada di atas jalan di kompleks tersebut. Tapi, Anas berjanji jembatan itu tidak akan menggangu lalu lintas kendaraan.Next

Halaman 1 2 3

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(gah/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%