detikcom
Selasa, 16/08/2011 13:38 WIB

Anas Urbaningrum akan Bangun 'Flyover' di Rumah Baru foto

M Rizki Maulana - detikNews
Halaman 1 dari 3
Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum terus menjadi sorotan. Di tengah isu-isu miring yang ditiupkan mantan Bendahara Umum PD M Nazaruddin, Anas juga terus disorot tentang rumah barunya. Sorotan terbaru: Anas ternyata ingin membangun jembatan yang menghubungkan rumah baru dan lama yang melintasi jalan kompleks.

Wajar kalau Anas terus jadi sorotan. Maklum, dia adalah ketua umum sebuah partai politik yang besar, pemenang Pemilu 2009, partai yang berkuasa saat ini. Anas mulai disorot ketika namanya jadi objek tudingan Nazaruddin. Mantan koleganya itu menuding dia dengan sangat negatif. Atas tudingan-tudingan negatif itu, dia telah membantah keras.

Selain tudingan Nazaruddin, Anas juga disorot dengan kekayaannya yang dianggap melimpah. Mobilnya banyak, sebagian mobil yang dianggap publik mobil mewah. Dia juga memperluas rumahnya dan membangun rumah baru dengan bangunan yang wah! Banyak yang menganjurkan agar Anas segera mengklarifikasi harta kekayaannya, agar citranya tidak semakin terpuruk.

Rumah Anas ini berlokasi di Jalan Teluk Langsa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Anas memang sudah lama tinggal di kawasan ini. Namun, beberapa bulan lalu, tidak lama setelah menjadi ketua umum DPP PD, dia mulai memperluas rumahnya dengan membeli lebih dari satu kavling rumah di seberang rumah lamanya.

Beberapa waktu lalu, rumah Anas sering didatangi para wartawan untuk melihat dari dekat penampakan rumah mantan ketua umum PB HMI dan mantan anggota KPU itu. Bahkan, Anas juga pernah menggelar jumpa pers di rumah barunya itu, meski masih dalam proses pembangunan.

Kini, berita tentang rumah Anas Urbaningrum kembali muncul setelah beredar surat Anas Urbaningrum kepada para tetangganya. Surat itu bukan surat bertanggal baru. Tapi bertanggal 14 April 2011, jauh hari sebelum Nazaruddin dijadikan tersangka kasus suap tender proyek Wisma Atlet. Surat itu juga dibuat Anas jauh sebelum citra buruk menimpa dirinya akibat tudingan-tudingan Nazaruddin.

Surat satu lembar itu berjudul 'Surat Permohonan Persetujuan'. Intinya dalam surat yang ditujukan kepada warga Kav AL Duren Sawit RT 06/17 Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur itu, Anas Urbaningrum meminta izin karena dia akan membangun jembatan penghubung bangunan rumah di Jl. Teluk Langsa Raya Blok C9 nomor 1, yang tak lain adalah rumah Anas Urbaningrum. Jembatan itu berada di atas jalan di kompleks tersebut. Tapi, Anas berjanji jembatan itu tidak akan menggangu lalu lintas kendaraan.Next

Halaman 1 2 3

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(gah/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%