Detik.com News
Detik.com
Senin, 15/08/2011 04:46 WIB

Dari 10 Nama, ICW Sebut Dua Nama Tak Pantas Pimpin KPK

Hery Winarno - detikNews
Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) telah menyerahkan rekam jejak 10 nama calon pimpinan KPK kepada Panitia Seleksi (Pansel) KPK pada Sabtu (13/8) kemarin. Menurut ICW, dari 10 nama tersebut terdapat dua nama yang dianggap bermasalah.

"Dari data, kita ada dua nama yang menurut kami bermasalah. Tetapi kami tidak mau spesifik menyebutkannya, biar itu ditindaklanjuti oleh Pansel sendiri," ujar divisi investigasi ICW Agus Sunaryanto saat berbincang dengan detikcom, Minggu (14/2011) malam.

Menurut Agus, dari dua nama tersebut salah satunya bermasalah dan kasusnya sedang ditangani oleh KPK sendiri. "Kita dapat informasi bahwa KPK sedang menangani kasus dari salah satu nama itu. Tapi saya tidak bisa sebutkan siapa," terangnya.

Selain bermasalah dan kasusnya sedang ditangani KPK, ICW juga menilai ada satu nama yang kurang pantas menjadi pimpinan KPK. Hal itu dikarenakan orang tersebut diragukan dalam hal independensinya.

"Yang menjadi indikator kami ada empat hal yaitu integritas, indenpedensi, komitmen terhadap pemberantasan korupsi dan kepemimpinan. Kami menemukan ada satu nama yang kami ragukan independensinya," terangnya.

Dua nama yang dianggap bermasalah tersebut telah diserahkan kepada Pansel KPK. ICW berharap, temuannya tersebut ditelusuri kembali oleh Pansel agar orang yang nantinya terpilih benar-benar kredibel untuk memimpin KPK.

"Harapannya kita tentunya orang yang seperti itu tidak diloloskan. Makanya kami berharap temuan kami ini ditindaklanjuti oleh Pansel," imbuhnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(her/asp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%