detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 04:52 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 12/08/2011 13:13 WIB

Pengobatan GBS Ditanggung Askes, Azka Mundur dari 'Gerakan Rp 1.000'

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Jakarta - Orangtua balita penderita penyakit langka Guillain-Barre Syndrome (GBS), Azka Arriziq (4,3) menyatakan mundur dari 'Gerakan Rp 1.000 Peduli Azka & Shafa'. Alasannya, orangtua Azka merasa biaya pengobatan anaknya telah tercover oleh Askes.

"Benar kami mundur. Alasan kami, kami sudah merasa cukup dibantu dan memang biaya sudah ditanggung oleh Askes, kami tidak ingin merepotkan masyarakat," ujar ibunda Azka, Rina, saat dihubungi detikcom, Jumat (12/8/2011).

Rina menuturkan, pengobatan yang dijalani Azka di RSCM dengan ditanggung oleh Askes selama ini berjalan dengan baik. Orangtua Azka pun merasa ada orang lain yang lebih layak menerima bantuan biaya dari donasi masyarakat tersebut.

"Alhamdulillah, Azka ditangani dengan baik, begitu pula dengan biayanya. Adapun kami mundur karena kami ingin menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang memberikan donasi, yang memberikan bantuan kepada kami, baik materill maupun moril," tuturnya.

Rina menyatakan, pihaknya menyerahkan seluruhnya kepada koordinator dan perintis 'Gerakan Rp 1.000 Peduli Azka & Shafa'. Dia hanya berharap, semoga hasil donasi tersebut bisa diberikan bagi anak-anak penderita GBS lainnya yang lebih membutuhkan.

"Kami harap donasi tersebut bisa digunakan untuk membantu anak-anak lain yang menderita GBS seperti Azka," ucap Rina.

Karena sudah mundur dari gerakan itu, Rina meminta agar nama Azka dalam 'Gerakan Rp 1.000 Peduli Azka & Shafa' dihilangkan. "Koordinator menanyakan, kalau dilanjutkan apakah masih boleh? Kami menyatakan tidak mengizinkan nama Azka tetap di gerakan itu. Mungkin namanya bisa diganti dengan anak-anak penderita GBS yang lain atau bagaimana. Spirit awal gerakan tersebut, Azka hanya sebagai simbol spirit peduli untuk anak-anak penderita GBS," terangnya.

"Untuk teman-teman yang dari awal mengawal kami, ketika di perjalanan kami mundur, kami hanya ingin mengembalikan niat semula. Kami tidak ingin ada orang tua seperti kami yang kebingungan dengan biaya. Untuk Azka, biaya sudah ditanggung Askes, jadi tidak ada alasan bagi kami untuk tetap di situ," imbuh Rina.

Rina menambahkan, kondisi Azka saat ini sudah menunjukkan peningkatan. Dari hasil fisioterapi di RSCM, terdapat perkembangan positif yang dialami balita berumur 4 tahun 3 bulan tersebut.

"Alhamdulillah, kondisi Azka kelihatan ada peningkatan. Tadi pukul 11.00 WIB, di-fisioterapi duduk, Alhamdulillah, gerakan mata, mulut, alis, gerakan geleng kepala, sudah ada peningkatan," ujarnya.

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(nvc/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
MustRead close