detikcom
Jumat, 12/08/2011 13:13 WIB

Pengobatan GBS Ditanggung Askes, Azka Mundur dari 'Gerakan Rp 1.000'

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Jakarta - Orangtua balita penderita penyakit langka Guillain-Barre Syndrome (GBS), Azka Arriziq (4,3) menyatakan mundur dari 'Gerakan Rp 1.000 Peduli Azka & Shafa'. Alasannya, orangtua Azka merasa biaya pengobatan anaknya telah tercover oleh Askes.

"Benar kami mundur. Alasan kami, kami sudah merasa cukup dibantu dan memang biaya sudah ditanggung oleh Askes, kami tidak ingin merepotkan masyarakat," ujar ibunda Azka, Rina, saat dihubungi detikcom, Jumat (12/8/2011).

Rina menuturkan, pengobatan yang dijalani Azka di RSCM dengan ditanggung oleh Askes selama ini berjalan dengan baik. Orangtua Azka pun merasa ada orang lain yang lebih layak menerima bantuan biaya dari donasi masyarakat tersebut.

"Alhamdulillah, Azka ditangani dengan baik, begitu pula dengan biayanya. Adapun kami mundur karena kami ingin menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang memberikan donasi, yang memberikan bantuan kepada kami, baik materill maupun moril," tuturnya.

Rina menyatakan, pihaknya menyerahkan seluruhnya kepada koordinator dan perintis 'Gerakan Rp 1.000 Peduli Azka & Shafa'. Dia hanya berharap, semoga hasil donasi tersebut bisa diberikan bagi anak-anak penderita GBS lainnya yang lebih membutuhkan.

"Kami harap donasi tersebut bisa digunakan untuk membantu anak-anak lain yang menderita GBS seperti Azka," ucap Rina.

Karena sudah mundur dari gerakan itu, Rina meminta agar nama Azka dalam 'Gerakan Rp 1.000 Peduli Azka & Shafa' dihilangkan. "Koordinator menanyakan, kalau dilanjutkan apakah masih boleh? Kami menyatakan tidak mengizinkan nama Azka tetap di gerakan itu. Mungkin namanya bisa diganti dengan anak-anak penderita GBS yang lain atau bagaimana. Spirit awal gerakan tersebut, Azka hanya sebagai simbol spirit peduli untuk anak-anak penderita GBS," terangnya.

"Untuk teman-teman yang dari awal mengawal kami, ketika di perjalanan kami mundur, kami hanya ingin mengembalikan niat semula. Kami tidak ingin ada orang tua seperti kami yang kebingungan dengan biaya. Untuk Azka, biaya sudah ditanggung Askes, jadi tidak ada alasan bagi kami untuk tetap di situ," imbuh Rina.

Rina menambahkan, kondisi Azka saat ini sudah menunjukkan peningkatan. Dari hasil fisioterapi di RSCM, terdapat perkembangan positif yang dialami balita berumur 4 tahun 3 bulan tersebut.

"Alhamdulillah, kondisi Azka kelihatan ada peningkatan. Tadi pukul 11.00 WIB, di-fisioterapi duduk, Alhamdulillah, gerakan mata, mulut, alis, gerakan geleng kepala, sudah ada peningkatan," ujarnya.

Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(nvc/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%