detikcom
Rabu, 10/08/2011 06:37 WIB

Mubarok: Kehadiran Nazaruddin Bisa Membongkar Mafia Anggaran foto

Aprizal Rahmatullah - detikNews
Foto: www.policia.gov.co
Jakarta - Partai Demokrat (PD) sangat bersyukur dengan tertangkapnya Nazaruddin di Cartagena, Kolombia oleh interpol. PD menilai kehadiran Nazaruddin penting untuk mengungkap kasus mafia anggaran.

"Jadi Nazaruddin bisa jadi pemicu membongkar mafia anggaran. Yang kalau Demokrat kecil," ujar anggota Dewan Pembina PD Ahmad Mubarok di acara buka puasa Gerakan Lanjutkan SBY, Jl Cikajang, Jaksel, Selasa (9/8/2011).

Mubarok mengatakan, sebagai partai baru PD wajar terus berbenah. Termasuk bagaimana menghindari dan bebas dari prilaku korup.

"Partai baru kan kecil. Belum pengalaman, pengalaman korupsi kecil udah ketahuan, ha-ha-ha," celetuknya.

Menurut Mubarok, PD berharap Nazaruddin bisa bicara blak-blakan terkait siapapun kader yang terkait kasus. Sehingga segala tuduhan tidak berujung fitnah.

"Demokrat mengucapkan alhamdulillah. Sangat senang, kalau Nazar ke sini dia bisa mengungkap kebenaran. Kebenaran terungkap fitnah akan terhenti. Kebenaran itu sebaik apapun akan membawa kebaikan negara kebaikan partai. Sementara fitnah seindah selogis apapun hanya akan membawa bencana. Karena itu partai mendukung KPK untuk melakukan tindakan hukum, apapun hasilnya partai akan menerima," tambahnya.

Sementara itu anggota Dewan Pembina PD lainnya, Marzuki Alie enggan mengomentari soal Nazaruddin. "Soal Nazaruddin selesai," kilah Ketua DPR ini.



Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(ape/lrn)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%