Selasa, 09/08/2011 16:56 WIB

Gosip Seks di Ruang 2702 Awali Ribut-ribut Sesama Dokter Gigi foto

Andi Saputra - detikNews
Halaman 1 dari 2
Claudia (kiri) dan Mimi (kanan)
Jakarta - Kisah percintaan 3 dokter rumah sakit ternama di Jakarta berakhir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Mereka adalah dokter spesialis kandungan Yahya (49) yang juga suami dari dokter gigi Claudia (37), dan partner kerja Yahya, dokter gigi Mimi Korita (35).

Kisah tersebut diceritakan oleh Mimi di persidangan. Waktu itu, pada Mei 2009, Mimi mendengar kabar tidak sedap di rumah sakitnya jika dia berselingkuh di salah satu ruangan.

"Saya mendengar dari perawat, Suster Helmi. Jika saya melakukan hubungan seks di ruang 2702 dengan Yahya. Alasan ini yang membuat Yahya cerai dengan Claudia," kata Mimi di PN Jakpus, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Selasa, (9/8/2011).

Isu tidak sedap terus berhembus. Hingga akhirnya Mimi menerima teror dari sms yang diduga dari Claudia. Isinya kemarahan Claudia karena Mimi merebut suaminya tersebut.

"Isi sms: semua tahu kamu bukan korban KDRT, berhenti berpura-pura. Kamu menghalalkan segala cara. Mimi kamu begitu rendah apa yang kamu perbuat. Kamu perempuan perebut suami orang," kata Mimi yang mengenakan kemeja lengan panjang warna putih ini.

Selain itu, Mimi merasa tercemar nama baiknya karena di lingkungan pekerjannya dia dituduh selingkuh dengan Yahya. Dari membeli blackberry bersama, membuka deposito bersama, menyewa apartemem dibayari oleh Yahya hingga dibelikan mobil oleh Yahya

"Itu tidak benar," bantah Mimi dengan muka memerah.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%