detikcom
Senin, 08/08/2011 16:40 WIB

Mafia Pengemis Harus Dipidanakan

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Mafia pengemis yang memaksa anak-anak di bawah umur untuk mengemis di jalanan sudah sangat meresahkan. Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mendukung upaya mempidanakan pengemis yang kerap membawa anak kecil untuk memancing perasaan iba.

"Kalau ada pengemis begitu, memang harus dipidanakan," kata Salim menjawab pertanyaan wartawan seusai acara penyerahan jatah Jaminan Hidup (jadup) bagi warga korban Merapi di rumah dinas Bupati Sleman di Beran, Sleman, Senin (8/8/2011).

Menurut dia, para pengemis di jalan-jalan yang membawa anak kecil itu ternyata tidak beraksi sendiri saat beroperasi. Namun, di belakangnya adalah mafia atau orang yang jadi backing.

Dia mengatakan hukuman pidana itu bukan diperuntukkan bagi anak-anak. Namun diberikan kepada orang-orang yang membawa atau mempekerjakan anak-anak tersebut. Untuk mencegahnya, pihaknya sudah membuat edaran kepada seluruh Gubernur di Indonesia ini agar jangan merazia anak-anak kecil di jalanan.

"Orang tuanya yang ditindak, sedang anak-anak harus dengan pendekatan persuasif," katanya.

Menurut dia, anak-anak yang terpaksa turun di jalanan juga memiliki faktor yang beragam. Oleh karena itu butuh pendekatan yang berbeda untuk mengentaskan mereka.

"Kalau merazia anak di jalanan itu melanggar hak asasi anak. Kami sedang merumuskan strategi dan pendekatan yang lain untuk pengentasan anak dari jalanan. Kami berharap pada tahun 2014 mendatang sudah tidak ada lagi anak-anak yang meminta-minta di jalanan," pungkas dia.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(bgs/fay)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%