detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 15:52 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 27/07/2011 16:24 WIB

Bermasalah di MK, Zainal Arifin Daftar Hakim Agung

Andi Saputra - detikNews
Jakarta - Mantan panitera Mahkamah Konstitusi, Zainal Arifin Hoesein mengikuti seleksi calon hakim agung (CHA) 2011. Padahal, Zainal pernah bermasalah dalam kasus pemalsuan surat yang juga menyeret nama Andi Nurpati.

"Apakah anda tidak takut kalau kasus anda tidak menyandera anda di kemudian hari? Apalagi hakim agung harus bersih dari segala hal. Jika menjadi hakim agung, juga berdampak pada institusi, dalam hal ini Mahkamah Agung (MA). Anda setuju?" tanya komisioner Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki dalam seleksi CHA di kantor Komisi Yudisial (KY), Jalan Kramat Raya, Rabu, (27/7/2011).

"Saya setuju," jawab Zainal singkat.

Dalam kesempatan tersebut, Zainal juga diberikan klarifikasi atas kasus yang menyebut-nyebut namanya. Menurut Zainal, dirinya sebagai panitera maka membuat surat penjelasan atas sebuah putusan MK.

"Saya awalnya keberatan, karena keputusan MK tidak butuh penjelasan," terangnya.

Terkait pemalsuan surat Andi Nurpati, dia menjelaskan bahwa dirinya juga merupakan korban. Dirinya telah melaporkan ke kepolisian bahwa surat ke KPU dipalsukan. "Tandatangan saya dipalsukan," bela Zainal.

Zainal dalam kandidat kali ini, didukung oleh mantan Menkumham, Yusril Ihza Mahendra. Dalam rekomendasinya, Yusril mengaku jika kemampuan intelektual Zainal di atas rata-rata. Zainal sendiri merupakan akademisi di bidang Hukum Tata Negara. Namun, dia menolak jika dirinya menjadi hakim agung untuk 'mengamankan' kasus Sisminbakum.

"Hahaha..tidak lah (mengamankan kasus Sisminbakum)," tutup Zainal seraya memasuki lift.

Seperti diberitakan, Zainal pernah ditetapkan oleh Mabes Polri sebagai tersangka karena diduga telah memalsukan surat jawaban MK ke KPU Nomor 121/PAN.MK/VIII/2009 tentang gugatan kemenangan Ahmad Yani bahwa suara pemohon hilang. Namun belakangan status tersangka Zainal dicabut dan kasusnya dihentikan oleh kepolisian.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(asp/rdf)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%