Detik.com News
Detik.com

Rabu, 27/07/2011 16:24 WIB

Bermasalah di MK, Zainal Arifin Daftar Hakim Agung

Andi Saputra - detikNews
Jakarta - Mantan panitera Mahkamah Konstitusi, Zainal Arifin Hoesein mengikuti seleksi calon hakim agung (CHA) 2011. Padahal, Zainal pernah bermasalah dalam kasus pemalsuan surat yang juga menyeret nama Andi Nurpati.

"Apakah anda tidak takut kalau kasus anda tidak menyandera anda di kemudian hari? Apalagi hakim agung harus bersih dari segala hal. Jika menjadi hakim agung, juga berdampak pada institusi, dalam hal ini Mahkamah Agung (MA). Anda setuju?" tanya komisioner Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki dalam seleksi CHA di kantor Komisi Yudisial (KY), Jalan Kramat Raya, Rabu, (27/7/2011).

"Saya setuju," jawab Zainal singkat.

Dalam kesempatan tersebut, Zainal juga diberikan klarifikasi atas kasus yang menyebut-nyebut namanya. Menurut Zainal, dirinya sebagai panitera maka membuat surat penjelasan atas sebuah putusan MK.

"Saya awalnya keberatan, karena keputusan MK tidak butuh penjelasan," terangnya.

Terkait pemalsuan surat Andi Nurpati, dia menjelaskan bahwa dirinya juga merupakan korban. Dirinya telah melaporkan ke kepolisian bahwa surat ke KPU dipalsukan. "Tandatangan saya dipalsukan," bela Zainal.

Zainal dalam kandidat kali ini, didukung oleh mantan Menkumham, Yusril Ihza Mahendra. Dalam rekomendasinya, Yusril mengaku jika kemampuan intelektual Zainal di atas rata-rata. Zainal sendiri merupakan akademisi di bidang Hukum Tata Negara. Namun, dia menolak jika dirinya menjadi hakim agung untuk 'mengamankan' kasus Sisminbakum.

"Hahaha..tidak lah (mengamankan kasus Sisminbakum)," tutup Zainal seraya memasuki lift.

Seperti diberitakan, Zainal pernah ditetapkan oleh Mabes Polri sebagai tersangka karena diduga telah memalsukan surat jawaban MK ke KPU Nomor 121/PAN.MK/VIII/2009 tentang gugatan kemenangan Ahmad Yani bahwa suara pemohon hilang. Namun belakangan status tersangka Zainal dicabut dan kasusnya dihentikan oleh kepolisian.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asp/rdf)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Advetorial Index »
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
89%
Kontra
11%