Detik.com News
Detik.com
Selasa, 26/07/2011 15:47 WIB

Partai NasDem Dideklarasikan, Usung Restorasi Indonesia

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Partai NasDem resmi dideklarasikan dan siap bertarung di Pemilu 2014. Partai NasDem mengusung gagasan restorasi Indonesia.

"Dengan penuh khidmat dan lengan tersingsing, kita mendeklarasikan berdirinya partai baru bernama Partai NasDem," kata Ketua Umum Partai NasDem, Patrice Rio Capella, saat membacakan pidato politiknya di Hotel Mercure. Jakarta Utara, Selasa (26/7/2011). Deklarasi ini dihadiri oleh ratusan pengurus Partai NasDem.

Menurut Patrice, restorasi ini diperlukan untuk menuju masa depan Indonesia yang lebih baik.

"Kita butuh melakukan restorasi di seluruh lini kehidupan bangsa. Restorasi konstitusi, restorasi sistim politik, dan restorasi ekonomi," kata Patrice.

Ia menegaskan, Rakyat Indonesia tidak ingin melihat bangsanya menjadi 'bangsa tugu' atau bangsa 'kemenyan' yang mabuk dalam kejayaan masa lalu. "Kejayaan harus direbut dengan keringat dan kerja keras," ujarnya.

Lahirnya Partai Nasdem bukan semata-mata ikut dalam pertarungan elektoral dan bukan hanya ikut mewarnai hiruk pikuk Pemilu.
"Dengan kesadaran kebangsaan utuh, kami persembahkan Partai Nasdem, partai pergerakan," kata dia.

(fiq/aan)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%