detikcom
Selasa, 26/07/2011 10:59 WIB

Calon Hakim Agung Mengaku Sederhana, Meski Miliki Harta Rp 1,6 M

Andi Saputra - detikNews
Jakarta - Calon hakim agung (CHA) dari unsur kepolisian, RM Panggabean mengaku hidup sederhana. Meskipun di rekeningnya terdapat uang Rp 1,6 miliar, mobil 3 buah, ruko, tanah serta rumah.

Menurut Panggabean, dirinya merasa sederhana meski uangnya tersebar di berbagai bank. "Menurut saya, hakim agung itu harus sederhana. Saya termasuk yang sederhana," kata Panggabean di depan panelis seleksi Calon Hakim Agung (CHA) di kantor KY, Jalan Kramat Raya, Selasa, (26/7/2011).

Sebagai warga korps Bhayangkara, panelis mencecar berbagai kasus yang melibatkan institusi kepolisian. Seperti kasus Komjen Susno Duadji dan rekening gendut. Panelis menanyakan kasus Susno yang dibuka polisi setelah Susno membuka aib di tubuh polisi. Padahal, kasus Susno terjadi saat Susno menjadi Kapolda Jawa Barat.

"Kalau kasus Susno itu kebijakan pimpinan," jawab Panggabean pendek.

RM Panggabean merupakan anggota polisi yang tidak pernah memegang pasukan. Sepanjang kariernya di Korps Bhayangkara, dia berada di belakang meja sebagai staf ahli bagian hukum. Selain itu dia menjadi anggota kelompok kerja perundang-undangan di Kemenkumham dan mengajar di berbagai kampus. Pria kelahiran Jakarta ini pernah mengikuti seleksi CHA 2008 namun kandas di DPR karena hanya mendapat 1 suara.

"Saya tidak kecewa dan dendam (ke DPR). Buktinya saya maju lagi sekarang," aku Panggabean.

KY terus melakukan seleksi 43 Calon Hakim Agung (CHA). Hari ini, akan di wawancara 6 orang CHA. Dari 43 CHA, KY akan memilih 30 orang, Dari 30 orang ini, akan dipilih 10 orang oleh DPR untuk menjadi hakim agung. Adapun hari ini, selain RM Panggabean akan di wawancara Ketua Pengadilan Tinggi Soemarno, advokat Fauzie Yusuf Hasibuan, akademisi Nurul Elmiyah, Ko. Chk (Purn) Santoso, Made Darma Weda dan Dwi Andayani Budisetyowati.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asp/ndr)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%
MustRead close