Detik.com News
Detik.com
Senin, 25/07/2011 17:20 WIB

Diajak Teman Main DoTA ke Jakarta, Richo Hilang Kontak dengan Keluarga

Nograhany Widhi K - detikNews
Halaman 1 dari 2
Diajak Teman Main DoTA ke Jakarta, Richo Hilang Kontak dengan Keluarga Richo (Facebook)
Jakarta - Seorang remaja dari Palembang, Muhammad Richo (18), pergi bersama dua kenalannya, yang dikenal melalui game online Defense of The Ancients (DoTA), ke Jakarta. Richo yang pergi pada Kamis 21 Juli 2011 lalu itu hingga kini sudah tidak kontak dengan keluarganya.

Ibunda Richo, Rusni, menuturkan, anaknya itu kenal dengan dua temannya, Yudo dan Fadlan, yang berasal dari Serang, melalui game online.

"Fadlan dan Yudo teman main game DoTA. Sudah kenal dan menginap di rumah semalam pada Rabu 20 Juli lalu," ujar Rusni ketika berbincang dengan detikcom, Senin (25/7/2011).

Pada Kamis 21 Juli 2011 malam, Richo pamit pada ibunya karena akan diajak ke Jakarta dan dijanjikan pekerjaan oleh Yudo dan Fadlan. Saat hendak berangkat, Richo memberikan dua alamat temannya itu.

Alamat orang tua Fadlan di Bukit Permai Blok N 17, Serang, Banten, dengan nomor telepon 0254-207-999 dan alamat nenek Fadlan di Jalan Haji Sidi Nomor 26 06/02, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sesaat setelah Richo berangkat, Rusni menelepon nomor yang diberikan Richo.

"Setelah saya telepon, nomor telepon yang di Serang itu bukan rumah tapi showroom motor di Jalan Ahmad Yani. Saya tanya ada karyawan atau anak yang namanya Fadlan, mereka bilang tidak ada," cerita Rusni.

Rusni merasa tidak enak, karena alamat yang diberikan dan nomor telepon tidak sesuai. Rusni memperkirakan Richo sampai di Jakarta 23 Juli malam, hingga pada akhirnya Richo menelepon ibunya pada 24 Juli pada subuh pukul 04.00 WIB.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nwk/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%