detikcom
Senin, 25/07/2011 13:37 WIB

Rp 15 M Dana Perumahan PTPN V Tak Jelas, Penegak Hukum Diminta Usut

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Halaman 1 dari 2
Riau - Dana PTPN V untuk membangun perumahan karyawan sebesar Rp 15 miliar sampai kini tidak jelas juntrungnya. Karena modal perusahaan bagian dari aset negara, aparat penegak hukum diminta mengusut aliran dana serta menelisik penjualan tanah seluas 14 hektar yang nilianya di bawah harga pasaran.

Ketua Komisi A DPRD Riau, Bagus Santoso mengungkapkan hal itu dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (25/7/2011) di Pekanbaru, Riau. Menurutnya, karena masalah tersebut telah menjadi temua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), maka sebaiknya pihak BPK melakukan audit terhadap keuangan negara tersebut.

Terlebih lagi, Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) PTPN V telah menjual tanah perusahaan seluas 14 hektar hanya seharga Rp 15 miliar. Padahal harga tanah Rp 15 M itu, merupakan harga tanah ketika perusahaan PTPN V meminjamkan modal pada tahun 2000 silam.

"Secara hukum ekonomi atau hukum dagangnya, dengan rentang waktu sampai 10 tahun, tentunya luas tanah 14 hektar bila dijual sekarang pastilah ada kenaikan harga yang cukup siginifikan. Kalau hanya pihak SPBUN atau perusahaan PTPN V menjual sesuai dengan nilai utang Rp 15 M, ini jelas tidak masuk akal," kata Bagus yang juga politikus PAN tersebut.

Karena itu, aparat penegakan hukum diminta untuk menelusuri jual beli tanah perusahaan seluas 14 hektar tersebut. Karena sangat mustahil, nilai harga tanah merosot dari tahun ke tahun. Yang ada, nilai jual tanah, saban tahun pasti terjadi kenaikan.

"Kalau hanya dijual senilai harga hutang terdahulu, lebih baik uang sebanyak Rp 15 M itu didepositokan saja di bank. Kalau didepositokan, lebih jelas lagi perusahaan sudah mendapatkan keuntungan dari bunga," kata Bagus.

Penjualan tanah yang merupakan aset negara itu, lanjut Bagus, bertambah aneh jika tanah sudah dijual ke pihak lain namun pihak perusahaan belum menerima uang dari hasil penjualan tersebut. Menurutnya, proses penjualan aset negara ini harusnya ditelusuri kembali oleh penegakan hukum.Next

Halaman 1 2

Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(cha/nwk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
77%
Kontra
23%