Hindari Peziarah, Makam Wakil Hitler Dihancurkan
Jumat, 22/07/2011 05:11 WIB
Berlin
Pemerintah Jerman menghancurkan makam wakil Adolf Hitler, Rudolf Hess, di kota kecil Bavaria, Wunsiedel, Jerman. Hal ini karena selama dua dekade terakhir, setiap tanggal 17 Agustus neo- Nazi berbondong-bondong mendatangi makam membuat kewalahan pemerintah setempat.
Penghancuran makam Hess dengan cara digali ulang dan batu nisan yang bertuliskan "Ich hab gewagt" (Saya berani), dihancurkan. Berdasarkan kesepakatan pemerintah dengan anggota keluarganya, jenazah Hezz kemudian dikremasi dan abunya disebar ke laut.
"Kami memutuskan untuk tidak memperpanjang sewa karena mengakibatkan kerusuhan dan gangguan," kata Ketua Dewan Paroki Gereja, Peter Seisser, seperti dilansir guardian.co.uk, Jumat, (22/7/2011).
Meskipun beberapa kerabat Hess awalnya keberatan dengan penghancuran kuburan. Namun dari negosiasi antara pendeta gereja dan cucu Hess menghasilkan kesepakatan untuk menghapus sisa-sisa makam dari kota tersebut.
Dewan Paroki Gereja Wunsiedel Protestan menyetujui dimakamkan di kota itu karena untuk menghormati keinginan terakhirnya yaitu dikuburkan bersama orang tuanya di pemakaman.
Namun, masyarakat lokal menjadi semakin kesal dengan status kota sebagai tempat ziarah Nazi. Pada tahun 2004, walikota setempat, Karl-Will Beck, meluncurkan kampanye "Wunsiedel penuh warna dan bukan cokelat". Tidak hanya itu, bersama-sama dengan dewan kota, pejabat gereja dan warga negara, ia mencoba untuk memblokir neo-Nazi yang berkumpul di kuburan.
Ia berharap penghapusan tetap akan mengakhiri invasi tahunan. "Setidaknya situs ziarah untuk hak radikal telah dihapus," kata Menteri Dalam Negeri Jerman, Otto Schily. "Kuburan itu tidak ada lagi."terangnya.
Hess ditangkap setelah terbang ke Skotlandia pada tahun 1941 dalam usaha yang gagal untuk meyakinkan Inggris tentang negosiasi perjanjian damai Inggris dengan Nazi Jerman.
Dia kemudian dihukum atas kejahatan perang di pengadilan Nuremberg dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Hess adalah satu-satunya narapidana di penjara Spandau di bagian Inggris yang diduduki Berlin Barat ketika ia bunuh diri pada 17 Agustus 1987 di usia 93.
(asp/her)
Penghancuran makam Hess dengan cara digali ulang dan batu nisan yang bertuliskan "Ich hab gewagt" (Saya berani), dihancurkan. Berdasarkan kesepakatan pemerintah dengan anggota keluarganya, jenazah Hezz kemudian dikremasi dan abunya disebar ke laut.
"Kami memutuskan untuk tidak memperpanjang sewa karena mengakibatkan kerusuhan dan gangguan," kata Ketua Dewan Paroki Gereja, Peter Seisser, seperti dilansir guardian.co.uk, Jumat, (22/7/2011).
Meskipun beberapa kerabat Hess awalnya keberatan dengan penghancuran kuburan. Namun dari negosiasi antara pendeta gereja dan cucu Hess menghasilkan kesepakatan untuk menghapus sisa-sisa makam dari kota tersebut.
Dewan Paroki Gereja Wunsiedel Protestan menyetujui dimakamkan di kota itu karena untuk menghormati keinginan terakhirnya yaitu dikuburkan bersama orang tuanya di pemakaman.
Namun, masyarakat lokal menjadi semakin kesal dengan status kota sebagai tempat ziarah Nazi. Pada tahun 2004, walikota setempat, Karl-Will Beck, meluncurkan kampanye "Wunsiedel penuh warna dan bukan cokelat". Tidak hanya itu, bersama-sama dengan dewan kota, pejabat gereja dan warga negara, ia mencoba untuk memblokir neo-Nazi yang berkumpul di kuburan.
Ia berharap penghapusan tetap akan mengakhiri invasi tahunan. "Setidaknya situs ziarah untuk hak radikal telah dihapus," kata Menteri Dalam Negeri Jerman, Otto Schily. "Kuburan itu tidak ada lagi."terangnya.
Hess ditangkap setelah terbang ke Skotlandia pada tahun 1941 dalam usaha yang gagal untuk meyakinkan Inggris tentang negosiasi perjanjian damai Inggris dengan Nazi Jerman.
Dia kemudian dihukum atas kejahatan perang di pengadilan Nuremberg dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Hess adalah satu-satunya narapidana di penjara Spandau di bagian Inggris yang diduduki Berlin Barat ketika ia bunuh diri pada 17 Agustus 1987 di usia 93.
(asp/her)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 17:28 WIB
Media Iran Serukan Hentikan Negosiasi Nuklir dengan Barat
-
Sabtu, 26/05/2012 17:09 WIB
Banjir Renggut 50 Nyawa di Afghanistan, 59.000 Orang Kehilangan Rumah
-
Sabtu, 26/05/2012 16:47 WIB
Michelle Obama Ingin Menjadi Beyonce!
-
Sabtu, 26/05/2012 14:43 WIB
Duh! Kondisi Kemanusiaan di Suriah Kian Memburuk
-
Sabtu, 26/05/2012 14:16 WIB
110 Orang Tewas dalam Serangan Pasukan Suriah
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Orang Tewas & 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
686 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
