detikcom
Selasa, 19/07/2011 10:33 WIB

Tercemar Bakteri, Obat Kumur Oral-B Ditarik dari Colombia & Kanada

Rita Uli Hutapea - detikNews
Bogota - Perusahaan multinasional Amerika Serikat, Procter & Gamble alias P&G telah menarik lima jenis obat kumurnya dari peredaran di seluruh Colombia. Penarikan mouthwash dengan merek dagang Oral-B tersebut dikarenakan adanya kontaminasi bakteri.

Otoritas kesehatan Colombia mengkonfirmasi penarikan produk P&G tersebut seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (19/7/2011).

Obat kumur Oral-B tersebut diproduksi di Colombia. Menurut badan Institut Pengawasan Obat dan Makanan Nasional Colombia atau INVIMA, produk tersebut tercemar dengan mikro-organisme Burkholderia anthina.

Dikatakan INVIMA, mikro-organisme tersebut sebenarnya tidak berisiko membahayakan kesehatan manusia. Namun bisa menimbulkan efek samping bagi orang-orang dengan kekebalan tubuh yang lemah. Meski sejauh ini, belum ada masalah yang dilaporkan dari pemakaian produk tersebut. Penarikan ini lebih sebagai langkah pencegahan.

INVIMA menyatakan, penarikan produk tersebut juga dilakukan di negara-negara lain di mana obat kumur tersebut diperdagangkan. Sebelumnya pada 14 Juli lalu, P&G juga telah mengeluarkan rilis mengenai penarikan 2 jenis obat kumur Oral-B dari pasaran di Kanada.

Produk-produk yang ditarik tersebut adalah: Oral-B Anti-Cavity Dental Rinse-Alcohol Free (NPN 02129930) dan Oral-B Anti-Bacterial with Fluoride-Alcohol Free Daily Use Mouthrinse (DIN 02130823).



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
54%
Kontra
46%