Eks Presiden Afghanistan Minta RI Bantu Selesaikan Konflik di Negaranya
Senin, 18/07/2011 22:39 WIB
Jakarta
Mantan Presiden Afghanistan, Burhanuddin Rabbani menyambangi Indonesia untuk berdiskusi mengenai konflik yang terjadi di negaranya. Burhanuddin berharap negara-negara Islam termasuk Indonesia membantu memyelesaikan konflik di negara timur tengah itu.
"Terima kasih kepada Nadhlatul Ulama yang mengundang kami, kepada pemerintah dan rakyat Indonesia yang peduli dan empati pada masyarakat Afghanistan," ujarnya dalam jumpa pers di sela-sela acara 'Consultation Forum For Peace in Afghanistan' di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (18/7/2011).
Burhanuddin menegaskan, pihaknya tidak sepakat jika kekuatan asing terus menerus berada di Afghanistan. Namun di sisi lain, Afghanistan masih dalam kondisi kritis sehingga memerlukan satu kebijakan yang tepat untuk menyelesaikan konflik di negaranya.
"Kita memerlukan bantuan Internasional dan bantuan negara Islam. Proses perdamaian yang berlangsung diharapkan mencapai hasil yang positif dan kondusif," ungkapnya.
Burhanuddin membantah jika di negerinya telah terjadi perang agama atau perang suku. Menurutnya konflik yang terjadi di Afghanistan saat ini terjadi karena terlalu banyaknya campur tangan negara asing.
"Ada interpretasi salah terhadap Taliban. Yang dapat mewujudkan keamanan dari dalam negeri bukan dari luar negeri," tegasnya.
"Disayangkan peran negara-negara Islam sangat kecil. Kami memiliki harapan lebih untuk berbuat lebih banyak," tambahnya.
Sementara itu penasehat presiden Afghanistan, Al Hajj Waheedullah Sabawon mengatakan pertemuan hari ini berlangsung cukup baik. Dalam pertemuan ini, dilakukan pendekatan untuk berdamai. Dia mengatakan sebelumnya Mantan Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda pernah mengusulkan tiga hal untuk penyelesaian konflik di Afghanistan.
"Pertama keluarnya pasukan asing secara gradual atau tidak sekaligus. Karena akan berdampak pada Afghanistan yang masih dalam kondisi krisis,"
Kedua, lanjut, Waheedullah terjadinya rekonstruksi keamanan baik dari kepolisian dan militer di Afghanistan. Ketiga, didorongnya perundingan antara pihak yang bertikai serta dipantau oleh para alim ulama.
"Kunci keberhasilannya adalah persatuan dan kesatuan hati antara pihak yang bertikai. Meskipun 5 tahun lalu sudah diratifikasi undang-undang National Peace di Afghanistan dan 2 bulan lalu telah ditetapkan Dewan Perdamaian, semua butuh proses," ungkapnya.
(mpr/mok)
"Terima kasih kepada Nadhlatul Ulama yang mengundang kami, kepada pemerintah dan rakyat Indonesia yang peduli dan empati pada masyarakat Afghanistan," ujarnya dalam jumpa pers di sela-sela acara 'Consultation Forum For Peace in Afghanistan' di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (18/7/2011).
Burhanuddin menegaskan, pihaknya tidak sepakat jika kekuatan asing terus menerus berada di Afghanistan. Namun di sisi lain, Afghanistan masih dalam kondisi kritis sehingga memerlukan satu kebijakan yang tepat untuk menyelesaikan konflik di negaranya.
"Kita memerlukan bantuan Internasional dan bantuan negara Islam. Proses perdamaian yang berlangsung diharapkan mencapai hasil yang positif dan kondusif," ungkapnya.
Burhanuddin membantah jika di negerinya telah terjadi perang agama atau perang suku. Menurutnya konflik yang terjadi di Afghanistan saat ini terjadi karena terlalu banyaknya campur tangan negara asing.
"Ada interpretasi salah terhadap Taliban. Yang dapat mewujudkan keamanan dari dalam negeri bukan dari luar negeri," tegasnya.
"Disayangkan peran negara-negara Islam sangat kecil. Kami memiliki harapan lebih untuk berbuat lebih banyak," tambahnya.
Sementara itu penasehat presiden Afghanistan, Al Hajj Waheedullah Sabawon mengatakan pertemuan hari ini berlangsung cukup baik. Dalam pertemuan ini, dilakukan pendekatan untuk berdamai. Dia mengatakan sebelumnya Mantan Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda pernah mengusulkan tiga hal untuk penyelesaian konflik di Afghanistan.
"Pertama keluarnya pasukan asing secara gradual atau tidak sekaligus. Karena akan berdampak pada Afghanistan yang masih dalam kondisi krisis,"
Kedua, lanjut, Waheedullah terjadinya rekonstruksi keamanan baik dari kepolisian dan militer di Afghanistan. Ketiga, didorongnya perundingan antara pihak yang bertikai serta dipantau oleh para alim ulama.
"Kunci keberhasilannya adalah persatuan dan kesatuan hati antara pihak yang bertikai. Meskipun 5 tahun lalu sudah diratifikasi undang-undang National Peace di Afghanistan dan 2 bulan lalu telah ditetapkan Dewan Perdamaian, semua butuh proses," ungkapnya.
(mpr/mok)
Baca Juga
- Indonesia Akan Beri Pelatihan Kepolisian ke Afghanistan
- Bom Bunuh Diri di Afghanistan Tewaskan 5 Tentara Asing & 4 Prajurit Afghan
- Iran Minta PBB Adili Pelaku Pembakaran Alquran di Amerika
- Aksi Demo Mengecam Pembakaran Alquran Terus Berlanjut di Afghanistan
- Ban Ki-Moon: Pembunuhan Staf PBB di Afghanistan Tindakan Pengecut!
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 16:30 WIB
Survei: Mayoritas Warga DKI Tak Yakin Banjir Bisa Selesai dalam 3 Tahun
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 16:24 WIB
Pemprov Sumut Inventarisir 5 Calon Nama Bandara Kualanamu
-
Minggu, 27/05/2012 15:58 WIB
Jusuf Kalla: Soal Capres, Tunggu Saja!
-
Minggu, 27/05/2012 15:53 WIB
Merampas Motor di 21 Lokasi, Briptu Dirwanto Ditangkap di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Orang Tewas & 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
686 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
