detikcom
Minggu, 17/07/2011 11:31 WIB

Gunung Lokon Meletus Lagi, Tinggi Letusan Capai 3.500 Meter foto

Febrina Ayu Scottiati - detikNews
Jakarta - Letusan Gunung Lokon belum juga reda. Siang ini, letusan kembali terjadi. Tinggi letusannya mencapai 3.500 meter dari kawah gunung.

"Telah terjadi letusan Gunung Lokon 17 Juli 2011, pukul 10.34 Wita, tinggi letusan 3500 meter dari kawah," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) DR Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan singkatnya, Minggu (17/7/2011).

Atas aktivitas itu, BNPB telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) dan Bandara Sam Ratulangi untuk memperhatikan keselamatan penerbangan.

Sementara itu, hari ini sebanyak 3.947 pengungsi bencana letusan Gunung Lokon, Tomohon, Sulawesi Utara, akan direlokasi. Sebabnya, empat sekolah yang selama ini dijadikan tempat pengungsian mereka, akan memulai aktivitas belajar pada Senin (18/7/2011) besok.

Empat sekolah yang sebelumnya ditempati 3.947 pengungsi itu adalah SMA Kristen Binous, SMA Kristen 1 dan 2, SMP 1 Tomohon, dan SD GMIM. Mereka akan direlokasi ke 23 titik pengungsian di Balai Pertemuam Umum (Balai Desa) dan Unima.

Sedangkan pengungsi kelompok rentan (lansia, perempuan hamil, penderita cacat, balita) dan keluarganya akan direlokasi dalam satu titik lokasi di FIS Unima. Tercatat ada 991 orang pengungsi kelompok rentan. Hingga pagi ini jumlah pengungsi bertambah menjadi 5.205 orang.


(vit/gun)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel