Lapak Dirubuhkan, Pedagang Pasar Pondok Kelapa Pasrah
Jumat, 15/07/2011 12:15 WIB
Jakarta
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur merubuhkan 80 lapak pedagang pasar kaget di Pondok Kelapa. Beberapa pedagang yang masih berjualan terpaksa angkat kaki ketika aparat mulai merubuhkan tenda lapak dagangan.
Menurut Kepala Satpol PP Jakarta Timur, Sarpu, pembongkaran lapak pedagang tersebut merupakan tindak lanjut dari surat pemberitahuan kepada para pedagang untuk membongkar sendiri lapak dagangan mereka, terkait akan dialihfungsikannya kawasan tersebut menjadi apartemen.
"Sebelumnya pihak Pol PP sudah melayangkan 3 kali surat permohonan pembongkaran sendiri lapak dagangan. Tapi sampai batas yang diberikan hari ini masih saja ada pedagang yang tetap bertahan," kata Sarpu kepada wartawan, Jumat (15/7).
Sarpu menjelaskan, tanah seluas 1.500 meter persegi yang sebelumnya dikuasai pedagang sejak tahun 1992 itu merupakan tanah milik Perusahaan Daerah (PD) Sarana Jaya. Penertiban kepada pedagang pun, dikatakannya, bukan pertama kali berlangsung di Pasar Kaget Pondok Kelapa RT 6 RW 2 tersebut.
"Dari dulu sudah pernah dilakukan penertiban, tapi pedagang tetap bertahan. Karena rencana pembangunan akan segera dilaksanakan maka mereka terpaksa ditertibkan," tegas Sarpu.
Dari 80 pedagang, sebagian telah membongkar sendiri lapaknya jauh hari sebelum batas waktu yang diberikan. Sementara pantauan wartawan detikcom sekitar 25 pedagang memilih tetap melakukan aktivitas jual-beli saat sekitar 200-an petugas Satpol PP mulai melakukan pembongkaran.
Sebagian dari mereka ada yang terlihat langsung membereskan sisa dagangan, sebagian lagi terlihat pasrah saat alat pemecah batu melayang ke lapak mereka. Tidak ada perlawanan dari para pedagang.
"Pasrah saja mau apa lagi. Sebenarnya kita maunya sampai habis salat Jumat sambil habiskan sisa dagangan kemarin," kata salah seorang pedagang tahu-tempe, Tarono (56), saat dijumpai detikcom di lapak yang biasa ditempatinya.
Tarono yang mulai berjualan di Pasar Kaget Pondok Kelapa sejak 1993 mengaku tetap akan berjualan di wilayah tersebut. Selanjutnya, dia bersama puluhan pedagang lainnya akan menempati tanah kosong yang terletak sekitar 50 meter dari lokasi sebelumnya.
(ahy/vit)
Menurut Kepala Satpol PP Jakarta Timur, Sarpu, pembongkaran lapak pedagang tersebut merupakan tindak lanjut dari surat pemberitahuan kepada para pedagang untuk membongkar sendiri lapak dagangan mereka, terkait akan dialihfungsikannya kawasan tersebut menjadi apartemen.
"Sebelumnya pihak Pol PP sudah melayangkan 3 kali surat permohonan pembongkaran sendiri lapak dagangan. Tapi sampai batas yang diberikan hari ini masih saja ada pedagang yang tetap bertahan," kata Sarpu kepada wartawan, Jumat (15/7).
Sarpu menjelaskan, tanah seluas 1.500 meter persegi yang sebelumnya dikuasai pedagang sejak tahun 1992 itu merupakan tanah milik Perusahaan Daerah (PD) Sarana Jaya. Penertiban kepada pedagang pun, dikatakannya, bukan pertama kali berlangsung di Pasar Kaget Pondok Kelapa RT 6 RW 2 tersebut.
"Dari dulu sudah pernah dilakukan penertiban, tapi pedagang tetap bertahan. Karena rencana pembangunan akan segera dilaksanakan maka mereka terpaksa ditertibkan," tegas Sarpu.
Dari 80 pedagang, sebagian telah membongkar sendiri lapaknya jauh hari sebelum batas waktu yang diberikan. Sementara pantauan wartawan detikcom sekitar 25 pedagang memilih tetap melakukan aktivitas jual-beli saat sekitar 200-an petugas Satpol PP mulai melakukan pembongkaran.
Sebagian dari mereka ada yang terlihat langsung membereskan sisa dagangan, sebagian lagi terlihat pasrah saat alat pemecah batu melayang ke lapak mereka. Tidak ada perlawanan dari para pedagang.
"Pasrah saja mau apa lagi. Sebenarnya kita maunya sampai habis salat Jumat sambil habiskan sisa dagangan kemarin," kata salah seorang pedagang tahu-tempe, Tarono (56), saat dijumpai detikcom di lapak yang biasa ditempatinya.
Tarono yang mulai berjualan di Pasar Kaget Pondok Kelapa sejak 1993 mengaku tetap akan berjualan di wilayah tersebut. Selanjutnya, dia bersama puluhan pedagang lainnya akan menempati tanah kosong yang terletak sekitar 50 meter dari lokasi sebelumnya.
(ahy/vit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
283 Komentar
-
237 Komentar
-
217 Komentar
-
216 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
