detikcom
Rabu, 13/07/2011 10:09 WIB

BBM Langka di Jambi, Antrean di SPBU Mengular

Nala Edwin - detikNews
Jakarta - Kelangkaan BBM terjadi di kawasan Muara Jambi, Provinsi Jambi. Warga harus antre berjam-jam untuk mendapatkan satu liter bensin. Akibatnya penjual bensin eceran pun menjamur namun dengan harga jual bensin yang tinggi.

"Sudah tiga hari ini bensin susah. Saya harus antre lebih dari dua jam untuk mendapat bensin," kata Marzuki melalui Info Anda detikcom, Rabu (13/7/2011) pukul 10.00 WIB.

Marzuki mengatakan, antrean panjang terlihat di sekitar SPBU di kawasan itu. Para pengendara harus bersabar untuk bisa mendapatkan bensin. "Capai juga kalau harus antre seperti ini terus," keluhnya.

Marzuki mengatakan, kesulitan BBM membuat banyak pedagang bensin eceran bermunculan. Sayangnya harga jual bensin di pedagang eceran sangat tinggi, hingga mencapai dua kali lipat lebih harga bensin normal.

"Harganya bisa sampai Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu," katanya.

Sebelumnya, pada Senin (11/7), Suparno, warga Jambi lainnya, menginformasikan hal yang sama. Menurutnya, antrean pembeli BBM jenis premium dan solar terjadi hampir di seluruh SPBU di Jambi. Warga mengantre BBM selama 1 jam lebih, sembari menumpang sepeda motor dan mobil.

"Antrean pembeli BBM panjangnya 500 meter," ujar Suparto. Antrean BBM ini membuat kerja Suparto dan warga Jambi lainnya terganggu.

(nal/vta)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel