detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 10:02 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 11/07/2011 10:06 WIB

Jaksa Agung Tak Mau Ambil Tindakan Gegabah Terkait Vonis Prita

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Jaksa Agung Basrief Arief tidak mau mengambil tindakan gegabah terkait vonis pidana atas Prita Mulyasari. Basrief menegaskan, pihaknya belum akan mengambil tindakan apa pun terhadap Prita.

"Masalah putusan nanti saya akan baca dulu, seperti apa putusannya," kata Basrief di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (11/7/2011).

Dia menjelaskan, Kejagung belum mendapatkan salinan kasasi dari Mahkamah Agung (MA). Kejaksaan tentu tidak akan serta merta melakukan eksekusi. Pihaknya juga belum tahu jelas bagaimana vonisnya. Apalagi Prita mau melakukan peninjauan kembali (PK).

"Justru itu jadi pertimbangannya, kita akan pertimbangkan. Nanti akan kita pertimbangkan," terangnya.

Basrief sepenuhnya menghormati putusan MA itu. "Kita menghargai putusan MA," tuturnya.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(ndr/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%