Rabu, 06/07/2011 23:25 WIB

Tokoh Malaysia: Kami Punya Demokrasi Sendiri

Indra Subagja - detikNews
Foto: Tun Musa Hitam (Indra Subagja)
Kuala Lumpur - Banyak pihak luar yang mengkritik Malaysia karena dinilai memiliki sistem yang tak demokratis. Misalnya saja dalam kebebasan berpendapat, untuk urusan demonstrasi bisa menjadi persoalan rumit di negeri jiran ini.

Demikian pula dengan kebebasan media. Dinilai masih ada pembatasan. Bagaimana pendapat mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Tun Musa Hitam?

"Kami mempraktekan demokrasi in our way. Tak boleh cara Amerika, juga Indonesia," kata Tun Musa di kantornya di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (5/7/2011).

Tun yang mengundang beberapa wartawan Indonesia ini menjelaskan, Malaysia terdiri atas sejumlah etnis, dengan terbesar Melayu, kemudian China, dan India. Nah, pada 1969, demokrasi yang bebas sebebasnya, dinilai justru membuat petaka.

"Politik itu membuat ketakutan, kami menyebutnya the black spot Mei 1969. Saat itu pemerintah, Tun Rajak membuat Declare emergency. Jadi selama 2 tahun ditutup semuanya," jelas Musa Hitam.

Kebebasan itu dinilai justru membuat pertikaian, hingga penguasa saat itu Tun Rajak yang juga ayah PM Najib Rajak membekukan semua kegiatan selama 2 tahun, saat itu diskusi hanya bisa dilakukan di ruang tertutup.

"Kami menamakan adapted demokrasi, atau demokrasi yang dipersesuaikan. Ada konsensus, misal jangan hantam soal raja dan soal ras," imbuhnya.

Hingga kini, lanjut Tun Musa Hitam, Malaysia terus mengembangkan cara demokrasinya, dengan pedoman untuk kesejahteraan rakyat.

Bagaimana dengan demonstrasi yang terkesan dibatasi? "Kami sedang dalam perjalanan membangung sistem kami. Untuk demonstrasi kami tidak terbiasa, kami butuh waktu," tutup pria berusia 77 tahun yang kerap dimintai pendapat oleh PM Najib ini.


Reportase Sore

(ndr/ape)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    65%
    Kontra
    35%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel