detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 07:20 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 06/07/2011 12:14 WIB

3 Anggota TNI Tertembak di Puncak Jaya

Erwin Senduk - detikNews
Jayapura - Tiga anggota TNI Yonif 751, ditembak orang tak dikenal saat berpatroli di Kampung Kalome, Distrik Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Ketiga korban penembakan adalah Prada Kadek, Sertu Deni dan Praka Fauzi.

Beruntung tidak ada korban jiwa dari insiden berdarah yang terjadi pada Selasa (5/7) kemarin. Ketiganya saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Mulia.

Beredar informasi pada siang ini, Rabu (6/7/2011) ketiga korban akan dievakuasi ke Jayapura guna mendapat penanganan yang lebih intensif di RS Marthen Indey, Ayoko Jayapura. Kejadian penembakan ini sudah dibenarkan Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen Erfi Triasunu saat membalas pesan singkat yang dikirimkan wartawan kepadanya.

"Betul ada kontak tembak saat patroli ditembak OPM," jelasnya.

Sementara menurut data lapangan yang berhasil dihimpun detikcom, tim Yonif 751 yang tengah melakukan patroli dihadang pihak yang diduga TPN/OPM, kemudian terjadi kontak senjata antara pihak TPN/OPM dengan
personel Yonif 751. Dari peristiwa ini, Prada Kadek terkena luka tembakan yang mengenai siku sebelah kanan.

Sementara saat tim evakuasi bergeser ke tempat kejadian perkara, tim evakuasi kembali dihadang dan terjadi kontak senjata yang menyebabkan Sertu Deni mengalami luka tembak pada bagian paha kanan. Sementara Praka Fauzi mengalami luka tembak pada bagian tangan kanan. Sekitar pukul 20.00 WIT tadi malam, korban berhasil dievakuasi ke RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(fay/vit)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%