Detik.com News
Detik.com
Rabu, 06/07/2011 12:14 WIB

3 Anggota TNI Tertembak di Puncak Jaya

Erwin Senduk - detikNews
Jayapura - Tiga anggota TNI Yonif 751, ditembak orang tak dikenal saat berpatroli di Kampung Kalome, Distrik Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Ketiga korban penembakan adalah Prada Kadek, Sertu Deni dan Praka Fauzi.

Beruntung tidak ada korban jiwa dari insiden berdarah yang terjadi pada Selasa (5/7) kemarin. Ketiganya saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Mulia.

Beredar informasi pada siang ini, Rabu (6/7/2011) ketiga korban akan dievakuasi ke Jayapura guna mendapat penanganan yang lebih intensif di RS Marthen Indey, Ayoko Jayapura. Kejadian penembakan ini sudah dibenarkan Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen Erfi Triasunu saat membalas pesan singkat yang dikirimkan wartawan kepadanya.

"Betul ada kontak tembak saat patroli ditembak OPM," jelasnya.

Sementara menurut data lapangan yang berhasil dihimpun detikcom, tim Yonif 751 yang tengah melakukan patroli dihadang pihak yang diduga TPN/OPM, kemudian terjadi kontak senjata antara pihak TPN/OPM dengan
personel Yonif 751. Dari peristiwa ini, Prada Kadek terkena luka tembakan yang mengenai siku sebelah kanan.

Sementara saat tim evakuasi bergeser ke tempat kejadian perkara, tim evakuasi kembali dihadang dan terjadi kontak senjata yang menyebabkan Sertu Deni mengalami luka tembak pada bagian paha kanan. Sementara Praka Fauzi mengalami luka tembak pada bagian tangan kanan. Sekitar pukul 20.00 WIT tadi malam, korban berhasil dievakuasi ke RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fay/vit)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%