Minggu, 03/07/2011 05:03 WIB

Petra Kvitova juara puteri Wmbledon 2011

BBCIndonesia.com - detikNews
Petra Kvitova dari Republik Ceko membuat kejutan besar dengan keluar sebagai juara tunggal puteri Wimbledon 2011, mengalahkan petenis kawakan dari Rusia, Maria Sharapova di final, 6-3, 6-4.

Dalam pertandingan Sabtu sore waktu London (malam WIB), Kvitova tampak bermain tenang dan meyakinkan dengan serve dan pengembalian bola yang bagus.

Kvitova, yang baru pertama kali mencapai final Wimbledon dan sekaligus final Grand Slam yang pertama baginya, memperlihatkan permainan yang menarik dengan akurasi yang tinggi.

Sepanjang pertandingan, dia tidak terlihat tegang melayani permainan Sharapova yang berada di urutan ke-5.

Kvitova adalah petenis kedua Ceko yang masuk ke final setelah Jana Novotna.

Di semifinal, Kvitova, yang menduduki posisi ke-8, secara mengejutkan mengalahkan petenis unggulan ke-4, Victoria Azarenka dari Belarusia yang berada di urutan ke-4.

Secara keseluruhan, penampilan Kvitova di final jauh lebih bagus dari Sharapova. Beberapa kali dia mengicuh juara Wimbledon 2004 itu dalam pengembalian bola.

Sharapova mengakui keunggulan Kvitova dan mengucapkan selamat kepada juara baru itu.

Kvitova menggondol hadiah uang Pound 1,1 juta (Rp15 miliar).

Maria Sharapova merebut geral Wimbledon pada tahun 2004.

Dalam karirnya, Sharapova merebut 23 gelar WTA termasuk dua Grand Slam lain yaitu Australia Terbuka 2008 dan AS Terbuka 2006.

(bbc/bbc)

  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%