detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 17:46 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 02/07/2011 16:36 WIB

Korban Bus Masuk Jurang di Gunung Kidul 3 Orang Tewas, 18 Luka-luka

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Bis pengangkut rombongan sunatan mengalami kecelakaan masuk jurang di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Sebanyak tiga orang anak tewas dan sedikitnya 18 orang anak luka berat dan luka ringan.

Peristiwa itu terjadi hari ini, Sabtu (2/7/2011) di daerah tanjakan Bundelan Desa Tancep Kecamatan Ngawen, Gunungkidul yang berbatasan dengan wilayah Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Korban tewas dan luka-luka adalah warga Desa Tegalrejo Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul yang hendak mengikuti acara sunatan massal.

Tiga orang korban tewas adalah Deni Cahyono (11), Satimin (10) dan Sugeng (42) salah seorang perangkat desa Tegalrejo. Tiga orang korban itu tewas di seketika di lokasi kejadian. Sedangkan 18 orang koban luka berat dan ringan saat ini di rawat RSI Cawas. Sekitar 9 orang luka ringan saat ini sudah diperbolehkan pulang dan dijemput langsung keluarga.

Kasatlantas Polres gunungkidul, AKP Suryo Hutomo ketika dihubungi detikcom mengatakan puluhan warga Gedangsari dengan mencarter 3 bis secara berombongan akan mengikuti acara sunatan massal. Namun saat tiba di tikungan Bundelan dengan kondisi jalan menanjak sopir bis Sinar Abadi berinisial K tidak kuat dan terlambat saat mengoper gigi persneling bis. Akibatnya bis berjalan mundur dan masuk ke jurang sedalam lebih dari 30 meter.

"Bis terbalik, 3 korban tewas dan puluhan luka. Sebanyak 18 orang korban masih dirawat di RSI Cawas," kata Suryo Hutomo.

Suryo mengatakan sampai saat ini bangkai bis belum dievakuasi dari jurang Bundelan akibat medan yang sulit. Sedangkan sopir bis berinisial K saat masih dalam pengejaran petugas karena melarikan diri.

"Kami masih melakukan olah TKP dan menghimpun keterangan dari para saksi mata terutama warga sekitar dan korban," katanya.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(bgs/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%