Detik.com News
Detik.com

Sabtu, 02/07/2011 16:36 WIB

Korban Bus Masuk Jurang di Gunung Kidul 3 Orang Tewas, 18 Luka-luka

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Bis pengangkut rombongan sunatan mengalami kecelakaan masuk jurang di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Sebanyak tiga orang anak tewas dan sedikitnya 18 orang anak luka berat dan luka ringan.

Peristiwa itu terjadi hari ini, Sabtu (2/7/2011) di daerah tanjakan Bundelan Desa Tancep Kecamatan Ngawen, Gunungkidul yang berbatasan dengan wilayah Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Korban tewas dan luka-luka adalah warga Desa Tegalrejo Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul yang hendak mengikuti acara sunatan massal.

Tiga orang korban tewas adalah Deni Cahyono (11), Satimin (10) dan Sugeng (42) salah seorang perangkat desa Tegalrejo. Tiga orang korban itu tewas di seketika di lokasi kejadian. Sedangkan 18 orang koban luka berat dan ringan saat ini di rawat RSI Cawas. Sekitar 9 orang luka ringan saat ini sudah diperbolehkan pulang dan dijemput langsung keluarga.

Kasatlantas Polres gunungkidul, AKP Suryo Hutomo ketika dihubungi detikcom mengatakan puluhan warga Gedangsari dengan mencarter 3 bis secara berombongan akan mengikuti acara sunatan massal. Namun saat tiba di tikungan Bundelan dengan kondisi jalan menanjak sopir bis Sinar Abadi berinisial K tidak kuat dan terlambat saat mengoper gigi persneling bis. Akibatnya bis berjalan mundur dan masuk ke jurang sedalam lebih dari 30 meter.

"Bis terbalik, 3 korban tewas dan puluhan luka. Sebanyak 18 orang korban masih dirawat di RSI Cawas," kata Suryo Hutomo.

Suryo mengatakan sampai saat ini bangkai bis belum dievakuasi dari jurang Bundelan akibat medan yang sulit. Sedangkan sopir bis berinisial K saat masih dalam pengejaran petugas karena melarikan diri.

"Kami masih melakukan olah TKP dan menghimpun keterangan dari para saksi mata terutama warga sekitar dan korban," katanya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bgs/gah)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%