detikcom
Sabtu, 02/07/2011 11:11 WIB

Wapres Boediono Kunjungi Ponpes AL Akhiraat Morowali

Andri Haryanto - detikNews
Wapres Boediono
Jakarta - Wakil Presiden Boediono menghadiri hari jadi (Milad) ke-81 Perguruan Islam Al Akhiraat, di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Kunjungan kali ini merupakan kunjungan kedua kalinya Wapres setelah sebelumnya menyempatkan berziarah ke makam pendiri Al Khairat, Habib Syech Idrus Salim Aljufri.

Wapres Boediono dijadwalkan tiba di Morowali pada pukul 11.40 WITa, Sabtu (2/7). Kedatangan Wapres beserta rombongan harus berganti penerbangan.

Diawali dengan pemberangkatan dari Bandara Halim Perdana Kesuma menuju Bandara Hasanuddin, Makasar, dan melanjutkan penerbangan menuju ke Sorowako. Dari Sorowako, Wapres akan melanjutkan penerbangan dengan menggunakan helikopter dan mendarat di halaman Kantor Bupati Morowali.

Selanjutnya, Wapres akan menuju Pondok Pesantren Al Khairaat dengan menggunakan mobil dan menempuh jarak sekitar 10 kilometer.

Pantauan detikcom, ratusan undangan dari mulai pelajar sampai dengan pejabat daerah setempat telah memadati lokasi Milad. Panggung besar disiapkan untuk menyambut rombongan Wapres.

Pendidikan Alkhairat didirikan oleh habib Idrus Salim Aljufri di Donggala Palu. Seorang ulama termama yang lahir di Taris, Hadramaut, Yaman Selatan pada 18 Maret 1891. Perguruan Islam Alkhairat merupakan perguruan Islam terbesar. Madrasah Alkhairat pertama didirikan pada 1930 yang kemudian menyebar dan berkembang menjadi lebih dari seribu madrasah dan sekolah.

Saat ini terdapat 1.816 madrasah dan sekolah, 9 ribu tenaga pengajar, 199 ribu siswa-siswi, mulai dari taman kanak-kanak hingga Universitas dan rumah sakit.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
63%
Kontra
37%