Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 02/07/2011 00:21 WIB

Presiden SBY Buka Jambore Nasional IX 2011 di Telukgelam OKI

Taufik Wijaya - detikNews
Palembang - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan akan membuka Jambore Nasional IX 2011 di Bumi Perkemahan Telukgelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Berdasarkan jadwal yang diterima dari Humas Pemerintah Sumatera Selatan, Presiden SBY beserta rombongan tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, sekitar pukul 10.30 WIB, Sabtu (2/07/2011). Presiden akan istirahat sejenak di ruang VIP bandara tersebut untuk makan siang.

Sekitar pukul 11.30 WIB, SBY dan rombongan langsung menuju Kabupaten OKI dan tiba di rumah dinas Bupati OKI Ishak Mekki. Dalam jadwal, rombongan akan tiba sekitar pukul 12.30 WIB dan istirahat sejenak.

Pukul 13.30 WIB, presiden beserta rombongan akan bergerak menuju Telukgelam. Tepat pukul 14.00 WIB, presiden akan membuka jambore.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(tw/mok)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%