detikcom

Jumat, 01/07/2011 11:48 WIB

Kapolda Metro Jaya Beri Penghargaan Anggota Berprestasi dalam HUT Polri

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman memberikan penghargaan terhadap sejumlah anggota berprestasi dalam rangka HUT Bhayangkara ke-65 yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2011. Penghargaan itu diberikan kepada kepada Kompol Susatyo Purnomo Chondro dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus dan AKP Budi Hermanto dari Direktorat Reserse Kriminal Umum.

Kompol Susatyo mendapat penghargaan karena berhasil mengungkap kasus money laundering Bank Mandiri yang merugikan negara senilai Rp 23 miliar. Sementara AKP Budi diberi penghargaan atas keberhasilannya membongkar penculikan warga negara Korea di Jakarta.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Royke Lumowa diberi penghargaan khusus karena menjadi juara dalam lomba menembak perorangan. Penghargaan juga diberikan kepada Direktorat Intel Polda Metro Jaya yang menjadi juara lomba menembak beregu.

Penyerahan penghargaan digelar di Balai Pertemuan Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (1/7/2011) dengan diikuti seluruh jajaran anggota Polda Metro Jaya dan tamu undangan. Peringatan hari jadi Polri ini dilaksanakan secara sederhana dengan pemotongan nasi tumpeng dan suguhan hiburan dari artis Syahrini dan grup band Naff.

Dalam sambutannya, Sutarman menyampaikan pesan tertulis dari Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Di dalam pesan Kapolri, seluruh anggota Kepolisian diminta untuk memaknai tugas polisi dengan sungguh-sungguh.

"Mengingatkan kepada seluruh anggota Polri bahwa setiap jabatan adalah amanah yang harus dilaksanakan dan ditunaikan sungguh-sungguh dengan penuh rasa tanggung jawab," ujar Sutarman.

Selain itu, polisi juga diwajibkan menjunjung tinggi etika, peradaban, dan meningkatkan hubungan dengan masyarakat. "Semoga seluruh jajaran Polri kita semua diberikan kekuatan, ketegaran, dan ketabahan lahir dan batin. Inilah tugas pengabdian," kata Sutarman.

Usai memberikan sambutan di hadapan sekitar dua ratus anggota Polda Metro dan tamu undangan ini, Sutarman kemudian memotong nasi tumpeng sebagai simbol rasa bersyukur atas ulang tahun korps Bhayangkara.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(mei/nwk)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
71%
Kontra
29%