Detik.com News
Detik.com
Kamis, 30/06/2011 22:20 WIB

Kapolda Metro Jaya Sutarman Jadi Kabareskrim Mabes Polri

E Mei Amelia R - detikNews
Kapolda Metro Jaya Sutarman Jadi Kabareskrim Mabes Polri
Jakarta - Setelah melalui proses penyaringan, jabatan Kabareskrim Mabes Polri malam ini telah ditentukan. Posisi penting itu kini diduduki oleh Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman.

Keputusan pengangkatan Sutarman itu tertuang dalam Surat Telegram Rahasia (STR) No: STR 1334/VI/2011, tanggal 30 Juni 2011. Bersama Sutarman, ada 11 jenderal lainnya yang dimutasi.

Dalam telegram tersebut, Sutarman menggantikan posisi Komisaris Jenderal Ito Sumardi yang memasuki masa pensiun. Sementara jabatan Sutarman sebagai orang nomor satu di Polda Metro Jaya digantikan oleh Irjen Untung Suharsono Radjab. Untung sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri Kombes Boy Rafli Ama saat dikonfirmasi detikcom, membenarkan TR tersebut.

"Ya benar," ujar Boy dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Kamis (30/6/2011).

Irjen Sutarman saat dikonfirmasi terkait pengangkatannya itu tidak berkomentar banyak.

"Terimakasih atas perhatian dukungan dan doanya," ujar Sutarman melalui pesan singkat.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%