Detik.com News
Detik.com
Selasa, 28/06/2011 11:59 WIB

Bangku Kosong SNMPTN Akibat Peserta Incar Jurusan Favorit

M Rizki Maulana - detikNews
Bangku Kosong SNMPTN Akibat Peserta Incar Jurusan Favorit
Jakarta - Bangku kosong selalu ada di setiap Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Salah satu faktor penyebabnya masih ada pola pikir peserta yang selalu mengincar jurusan favorit.

Ketua Panitia Pusat SNMPTN Herry Suhardiyanto menjelaskan, penyebab masih adanya kursi kosong karena jumlah quota yang disediakan dalam program studi tertentu lebih banyak daripada yang mendaftar.

"Bisa kita lihat di program studi tertentu yang menjadi favorit terkadang terjadi penumpukan pendaftar. Sementara yang tidak menjadi favorit sangat sepi dari pendaftar," kata Herry usai jumpa pers di Gedung D Kemendiknas lantai 3, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (28/6/2011).

Menurut dia, hal ini sebenarnya sangat disayangkan. Ujung-ujungnya, orang pintar tetapi passing grade-nya kurang tidak bisa masuk program studi tersebut.

"Karena banyak yang seperti itu, yang nilainya di atas rata-rata. Namun karena memilih program studi yang passing gradenya di atas 95, mereka jadi tidak keterima," ujar Herry.

Ke depan, Herry berharap para peserta SNMPTN tidak perlu menumpuk pada satu bidang program studi.

"Karena apabila orang pintar masuk ke program studi yang biasa-biasa saja tentu nanti dengan sendirinya program studi tersebut akan terangkat," imbaunya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(aan/fay)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%