detikcom
Senin, 27/06/2011 06:14 WIB

Ekspresi Cak Imin dan Marty Saat Ditanya Ruyati

Anwar Khumaini - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: Anwar Khumaini/detikcom
Jakarta - Seminggu terakhir, Menteri Tenagakerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa adalah menteri yang paling dicari. Setelah vonis pancung terhadap Ruyati, kedua menteri ini paling diburu wartawan untuk dimintai konformasi.

Berbeda dengan Cak Imin, Marty lebih dahulu memberikan keterangan kepada wartawan secara langsung, dibanding Cak Imin yang awalnya hanya mengirim rilis kepada media. Namun saat bertemu dengan media, pria asal Jombang, Jawa Timur tersebut tetap tampil ceria, dan terus menebar senyum, meski yang dia bicarakan adalah seputar hukuman pancung.

"Kemana saja Cak, kok nggak kelihatan setelah kasus Ruyati mencuat," tanya wartawan kepada Muhaimin di Istana Negara, Rabu (22/6/2011) lalu.

Cak Imin dengan santai dan tertawa menjawab, "Loh saya tadi kan jumpa pers," ujarnya sambil tertawa. Kemudian Cak Imin menjawab beberapa pertanyaan wartawan dengan santai dan kadang tertawa, menjelaskan apa saja yang telah dilakukan oleh Kemenakertrans pasca vonis pancung terhadap Ruyati.

Saat menggelar jumpa pers bersama dengan Presiden SBY, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, dan Menkum HAM Patrialis Akbar, Ketua Umum PKB ini pun juga membacakan press rilisnya dengan mimik biasa. Besoknya, saat ditanya wartawan, Cak Imin juga menjawabnya dengan trengginas.

"Wah, aku kok jadi yang terakhir di sini," canda Cak Imin usai dicecar wartawan usai mengikuti sidang paripurna di Kantor Presiden Jumat (24/6/2011). Sambil tertawa, Cak Imin mengulang lagi pernyataan tersebut sambil bergegas pulang.

Beda Cak Imin, beda pula dengan Marty. Mantan wakil Indonesia di PBB tersebut tampak lebih serius menghadapi wartawan saat menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar Ruyati dan TKI-TKI lain yang memiliki masalah hukum di luar negeri.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(anw/feb)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%