detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 03:04 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 27/06/2011 06:14 WIB

Ekspresi Cak Imin dan Marty Saat Ditanya Ruyati

Anwar Khumaini - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: Anwar Khumaini/detikcom
Jakarta - Seminggu terakhir, Menteri Tenagakerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa adalah menteri yang paling dicari. Setelah vonis pancung terhadap Ruyati, kedua menteri ini paling diburu wartawan untuk dimintai konformasi.

Berbeda dengan Cak Imin, Marty lebih dahulu memberikan keterangan kepada wartawan secara langsung, dibanding Cak Imin yang awalnya hanya mengirim rilis kepada media. Namun saat bertemu dengan media, pria asal Jombang, Jawa Timur tersebut tetap tampil ceria, dan terus menebar senyum, meski yang dia bicarakan adalah seputar hukuman pancung.

"Kemana saja Cak, kok nggak kelihatan setelah kasus Ruyati mencuat," tanya wartawan kepada Muhaimin di Istana Negara, Rabu (22/6/2011) lalu.

Cak Imin dengan santai dan tertawa menjawab, "Loh saya tadi kan jumpa pers," ujarnya sambil tertawa. Kemudian Cak Imin menjawab beberapa pertanyaan wartawan dengan santai dan kadang tertawa, menjelaskan apa saja yang telah dilakukan oleh Kemenakertrans pasca vonis pancung terhadap Ruyati.

Saat menggelar jumpa pers bersama dengan Presiden SBY, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, dan Menkum HAM Patrialis Akbar, Ketua Umum PKB ini pun juga membacakan press rilisnya dengan mimik biasa. Besoknya, saat ditanya wartawan, Cak Imin juga menjawabnya dengan trengginas.

"Wah, aku kok jadi yang terakhir di sini," canda Cak Imin usai dicecar wartawan usai mengikuti sidang paripurna di Kantor Presiden Jumat (24/6/2011). Sambil tertawa, Cak Imin mengulang lagi pernyataan tersebut sambil bergegas pulang.

Beda Cak Imin, beda pula dengan Marty. Mantan wakil Indonesia di PBB tersebut tampak lebih serius menghadapi wartawan saat menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar Ruyati dan TKI-TKI lain yang memiliki masalah hukum di luar negeri.Next

Halaman 1 2

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(anw/feb)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%