Detik.com News
Detik.com
Kamis, 23/06/2011 16:47 WIB

Bos Surat Kabar Ditemukan Tewas di Dalam Mobil di Dekat TMII

Andri Haryanto - detikNews
Bos Surat Kabar Ditemukan Tewas di Dalam Mobil di Dekat TMII
Jakarta - Pemimpin Umum surat kabar Metro Star ditemukan tidak bernyawa di dalam sebuah mobil Toyota Kijang. Mobil silver bernopol B 1224 JW itu terparkir di Jl Mabes Hankam, Taman Mini Indonesia Indah, Cipayung, Jakarta Timur, tidak jauh dari pintu masuk 3 Taman Mini.

"Laporan diterima pukul 14.00 WIB," kata Kasie Humas Polsektro Cipayung Aiptu Tjutju Suheri, saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (23/6).

Menurut Tjutju, dari identitas yang ditemukan di dompet korban terdapat SIM A dan kartu identitas Pers dengan jabatan Pemimpin Umum. Korban diketahui bernama Joko Supriyanto (45), berstatus karyawan. Korban beralamat di Jl Cibubur II, RT 005 RW 003, Ciracas, Jakarta Timur.

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang tukang tambal ban, Nainggolan, yang biasa mangkal di dekat Rumah Makan Padang Bayan Sari.

"Dia curiga mobil yang tidak dikenal dan parkir di dekat tempat mangkalnya tidak bergerak terus," ujar Tjutju.

Nainggolan lantas mencoba mencari tahu mobil tersebut dan mendekatinya. Dia, kata Tjutju, terkejut saat melihat sesosok tubuh sudah dalam keadaan tertelungkup di balik kursi kemudi. Mobil ditemukan dalam keadaan pintu terkunci, kaca tertutup rapat, dan mesin dalam keadaan mati. Nainggolan lantas menghubungi Pospol Taman Mini untuk melaporkan temuan tersebut.

Penyelidikan sementara polisi tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan. "Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Diduga korban tewas karena sakit," kata Tjutju.

Meski demikian, polisi masih menyelidiki temuan tewasnya pemimpin umum Metro Star tersebut. Korban dibawa ke RSCM untuk diotopsi.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/lrn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%