Detik.com News
Detik.com
Selasa, 21/06/2011 15:51 WIB

Tragis! Leher Bayi Putus di Rahim Ibu

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Bayi itu tidak sempat melihat indahnya dunia. Sebab bayi yang lahir sungsang itu lehernya terputus sehingga kepalanya tertinggal di dalam perut sang ibu. Kisah tragis ini dialami pasien RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Riau.

Anggota Komisi D DPRD Riau, AB Purba, mengisahkan peristiwa itu dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (21/6/2011). Menurut AB Purba, pasien tersebut adalah Intan S (22) warga Desa Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. AB Purba menduga dalam proses persalinan pasien di RSUD Arifin itu terdapat unsur pidana karena ada kelalaian pihak medis.

"Kita kemarin sudah panggil pihak rumah sakit untuk kita mintai keterangan. Namun yang hadir bukan dokter yang menangani langsung pasien tersebut. Karena itu kita sudah jadwalkan, Jumat pekan ini, kita akan minta keterangan langsung tim medis yang menangani pasien tersebut," kata AB Purba.

Menurutnya, berdasarkan keterangan pihak RSUD dalam hearing, pada 1 Juni lalu pasien datang ke RS dengan kondisi yang sudah sangat mendesak. Hal itu dikarenakan bayi dalam kandungan pasien sudah keluar dengan kondisi sungsang. Dengan kondisi itu, tim medis tidak lagi sempat melakukan operasi.

"Namun belakangan, bayi itu meninggal dan lehernya putus. Kepala bayi masih di dalam perut ibunya. Sang ibu pun terpaksa dioperasi untuk mengeluarkan kepala bayinya. Di sini kita menduga adanya malpratik, kok bisa leher bayi sampai putus," kata AB Purba.

AB Purba juga mendengar isu bahwa dalam masalah ini pihak RSUD melakukan perdamaian dengan pihak keluarga dengan dana Rp 40 juta. Namun isu itu, kata AB Purba dibantah pihak RSUD. Satu sisi pihak RSUD mengakui hanya membebaskan biaya yang dikeluarkan selama persalinan dan operasi pasien. Kendati demikian, pihak DPRD Riau meminta agar pihak RSUD dapat menghadirkan langsung dokter yang menangani pasien dalam hearing mendatang.

"Kita sudah minta pihak RSUD untuk menghadirkan langsung dokter yang menangani pasien tersebut. Dengan demikian kita bisa mendengarkan langsung kronologi yang sebenarnya," kata AB Purba.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(cha/vit)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%