detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 02:32 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 18/06/2011 19:12 WIB

Lembaga Pemasyarakatan Muaro Padang Melebihi Kapasitas 300 Persen

Yonda Sisko - detikNews
Padang - Banyaknya jumlah tahanan dari berbagai kasus kejahatan yang ditahan di Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II A Muaro Padang menyebabkan LP tersebut over kapasitas sampai 300 persen. Kondisi tahanan yang berdesakan seperti itu, menurut Menkum HAM Patrialis Akbar tidak manusiawi.

"Memang tidak manusiawi, tapi harus bagaimana lagi. Kenyataannya fasilitas yang kita miliki untuk menampung seluruh tahanan itu memang terbatas," ujar Patrialis saat meninjau Lembaga Permasyarakat Kelas II A Muaro Padang, Jalan Muaro, Sabtu (18/6/2011).

Dikatakan Patrialis, untuk menanggulangi kelebihan jumlah tahanan itu diperlukan upaya perbaikan dan pembangunan LP baru. Selain itu, pihaknya juga mengusulkan agar tahanan yang masuk penjara karena perkara kecil tidak harus ditahan di LP Muaro.

Saat ini, menurut Patrialis, LP Muaro Padang menampung 766 tahanan dari berbagai kasus kejahatan. Jumlah itu, jauh lebih besar dari daya tampung LP Muaro yang hanya untuk 225 tahanan.

"Kita akan membangun 31 Lembaga Pemasyarakatan baru, salah satunya termasuk LP Kelas IIA Muaro Padang yang rencananya akan dipindahkan ke kawasan Anak Air, Koto Tangah Padang," kata dia.

Lebih lanjut Patrialis mengatakan, penambahan bangunan LP baru di Indonesia merupakan sesuatu yang mendesak karena total hunian LP yang ada saat ini sekitar 135-140 ribu orang. Sedangkan kapasitas lapas di seluruh wilayah Indonesia hanya untuk menampung sekitar 80 ribu orang.

Patrialis Akbar datang ke LP Muaro Padang dalam rangka kunjungan kerja ke daerah. Di LP Muaro Padang, menkum HAM sempat mengunjungi sejumlah ruang tahanan, termasuk ruang tahanan Anggota Komisi II DPR RI Djufri yang ditahan karena kasus dugaan korupsi tanah semasa menjabat sebagai Walikota Bukittinggi.

Menkum HAM juga memberi kesempatan kepada rombongan wartawan untuk mengikuti aktivitasnya mengunjungi dan menyempatkan diri berbincang-bincang dengan sejumlah tahanan.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(yon/anw)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%