Detik.com News
Detik.com
Jumat, 17/06/2011 15:20 WIB

Laporan dari Tokyo

Melihat Lebih Dekat Istana Kaisar Jepang

Rachmadin Ismail - detikNews
Melihat Lebih Dekat Istana Kaisar Jepang
Tokyo - Ketat. Itulah perasaan yang muncul saat hendak memasuki Istana Kekaisaran Jepang. Siapa pun, termasuk tamu kepala negara harus mengikuti aturan protokoler Kekaisaran. Namun, itulah budaya yang dipertahankan sejak zaman dahulu kala.

Wartawan detikcom Rachmadin Ismail, berkesempatan memasuki kawasan Istana Kekaisaran guna melakukan peliputan acara kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu dengan kaisar Jepang Akihito, Jumat (17/6/2011). Saat memasuki gerbang, sudah terlihat kemegahan Istana yang disebut oleh orang Jepang, 'Kokyo' tersebut.

Untuk diketahui, sebelum melakukan peliputan, seluruh wartawan harus didaftarkan terlebih dulu oleh Kedutaan Besar RI di Jepang. Setelah melalui proses verifikasi, Istana Kekaisaran akhirnya hanya mengizinkan beberapa jurnalis dan seksi dokumentasi Istana untuk meliput. Itu pun dengan aturan yang sangat ketat.

Misalnya, tidak diizinkan bagi seorang juru kamera untuk merekam suara pertemuan SBY dan Kaisar. Tidak hanya itu, jurnalis selain fotografer dan kamerawan dilarang mengambil gambar. Waktu untuk pengambilan gambar juga sangat singkat.

Terlepas dari hal itu, pengamanan di lokasi juga sangat ketat. Setiap orang yang masuk harus diperiksa seluruh peralatan yang dibawa secara manual. Kamera dan video harus dinyalakan untuk membuktikan tidak ada barang mencurigakan di dalamnya.

Selain itu, mobil yang digunakan menuju Istana Kekaisaran harus diganti dengan mobil kekaisaran. Tidak ada celah bagi orang yang hendak mengacau di tempat ini.

Nah, ketatnya aturan rupanya sebanding dengan pengalaman yang didapatkan. Di dalam kompleks Istana, kita seperti dibawa ke era Jepang zaman dulu. Benteng yang menjulang tinggi, pepohonan yang rindang dan bangunan tradisional Istana yang masih tetap dipertahankan keasliannya. Semua jelas terlihat.

Saat tiba di Gosho--kediaman Kaisar--, suasana sejuk mulai terasa. Bangunan tempo dulu yang diracik dengan sentuhan modern ala Jepang terlihat sangat megah namun sederhana. Menurut staf Istana Kekaisaran, di lokasi inilah, kaisar sehari-hari menghabiskan waktu.

Tidak hanya itu, beberapa area Istana Kekaisaran juga diisi dengan pembibitan pohon. Bonsai adalah cara budidaya tanaman yang banyak dilakukan di kawasan ini.

Sekali lagi, Istana Jepang ibarat sebuah dunia lain di tengah megahnya bangunan-bangunan dan gedung tinggi di Jepang.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/nwk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%