detikcom
Rabu, 15/06/2011 12:04 WIB

PKS Lepas Tangan Soal Kasus Nunun

Febrina Ayu Scottiati - detikNews
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lepas tangan terkait kasus yang melilit istri politisi PKS Komjen Purn Adang Daradjatun, Nunun Nurbaeti. Kasus Nunun dianggap sebagai persoalan keluarga dan tidak ada kaitan dengan PKS.

"Kita tidak pernah ada hubungan, sesuatu yang dirasakan perlu untuk kemudian dibicarakan. Tidak ada. Kita susah kalau menjawab sesuatu di luar porsi partai," kata Ketua Fraksi PKS DPR, Mustafa Kamal.

Hal ini disampaikan Mustafa sebelum menghadiri acara sarasehan budaya bertajuk "Pancasila sebagai modal sosial bangsa dan konsensus nasional dalam bingkai NKRI" di Nusantara IV, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/6/2011).

PKS justru bertanya pada pihak-pihak yang berusaha mengkait-kaitkan hal tersebut. "Kenapa momentumnya baru sekarang, itu kan sudah lama kejadiannya. Lalu kenapa dikait-kaitkan dengan partai, kan tidak ada kaitan dengan partai," kilahnya.

Menurut dia, kasus Nunun adalah persoalan keluarga. PKS menghormati hukum dan meminta masyarakat semakin dewasa untuk membedakan masalah publik atau privasi.

"Di dalam hukum itu tegas-tegas urusan publik sama privasi itu tidak boleh dicampuradukkan. Kita harus menghormati individu. Kita tidak bisa mengintervensi masalah orang per orang dan tidak boleh mengintervensi hukum," kata Mustafa.

Mustafa menegaskan, PKS tidak mengerti masalah Nunun dan tidak akan memberikan pesan-pesan atau memanggil secara khusus sang suami Nunun, Adang. "Karena kita nggak memahami persoalannya, kita tidak bisa memberikan komentar apa-apa," kata dia.

Dikatakan dia, PKS tidak akan terpancing dengan situasi saat ini. PKS juga bekerja tidak semata-mata berdasarkan survei, berdasarkan satu sistem yang dibangun di dalam partai.


Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(aan/fay)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%