detikcom
Selasa, 14/06/2011 17:55 WIB

Tertibkan Pedagang, Bupati Rohul Dilempari Dagangan

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Rohul - Penggusuran pedagang tradisional di Pasir Pangaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau diwarnai kericuhan. Bupati Rohul Achmad dilempari dagangan berupa cabai busuk dan sayuran.

Ratusan pegadang tradisional di Pasar Tugu, Pasir Pangaraian menolak pemindahan lokasi ke pasar modern. Mereka digusur paksa oleh Satpol PP yang langsung dipimpin Bupati Rohul, Achmad.

Ratusan pedagang ini menolak untuk dipindahkan. Mereka menghalau Satpol PP yang akan mengusir paksa, Selasa (14/6/2011). Tak terima atas perlakuan penggusuran ini, para pedagang ramai-ramai melempari Bupati Rohul dengan dagangan mereka.

Para pedagang melempari Bupati Rohul dengan cabai busuk. Ada juga pedagang yang melempari dengan sayuran. Melihat Bupati Rohul menjadi sasaran kemarahan pedagang, Satpol PP langsung memberikan pengamanan ketat.

"Kita menolak pemindahan ke pasar modren. Karena di pasar baru itu sepi pengunjung. Jelas kami menolak, karena dagangan kami tidak laku di sana," kata Rohmadi salah seorang pedagang.

Sementara itu, Humas Pemkab Rohul, Yusmar saat dihubungi detikcom, membantah jika Bupati Rohul dilempari cabai busuk. "Pedagang memang melempari dagangannya. Namun lemparan itu diarahkan ke Satpol PP, bukan ke bupati," kata Yusmar.

Menurutnya, Pemkab Rohul memang mengajak masyarakat pedagang untuk pindah ke lokasi pasar yang baru. Ini karena lokasi pasar yang lama tempatnya kurang layak.

"Kita kan mengajak mereka untuk pindah ke tempat yang lebih baik dan bersih. Sudah banyak pedagang lainnya yang pindah ketempat yang baru. Kalaupun ada penolakan, hanya sebagian kecil saja," kata Yusmar.

Menurutnya, kondisi saat ini sudah kondusif. Namun demikian pihaknya tetap memantau di lokasi pasar guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Jadi tidak benar kalau Bupati Rohul disebut-sebut dilempari cabai," kata Yusmar.

Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(cha/fay)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%
MustRead close