detikcom

Sabtu, 11/06/2011 07:42 WIB

Janji Tak Akan Nyapres yang Terus Diulang

Anwar Khumaini - detikNews
Halaman 1 dari 3
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara tiba-tiba pada Kamis lalu menyatakan bahwa dirinya, istri dan anak-anaknya tidak akan nyapres pada Pilpres 2014. Pernyataan Presiden ini mendapatkan aplaus, dan tak sedikit yang tertawa. Tapi, Presiden menyatakan hal ini dengan mimik yang serius.

Pernyataan Presiden ini menjawab komentar Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Erwin Aksa dalam sebuah seminar tentang 'Young Leader' di Ballroom Ritz Carlton, SCBD yang menyatakan sudah saatnya pemuda memimpin bangsa.

Di awal sambutan, sebagai keynote speaker, Presiden SBY langsung menimpali sambutan Erwin Aksa tersebut.

"Saya memperkenalkan diri. Nama saya Susilo Bambang Yudhoyono. Jabatan saya, Presiden hasil pemilu 2004-2009. Saya bukan capres 2014. Istri dan anak-anak saya juga tidak akan mencalonkan diri," kata SBY yang langsung disambut tepuk tangan dan tawa hadirin.

SBY juga mengaku tidak menyiapkan siapa-siapa di Pilpres 2014 nanti. "Biarlah rakyat dan demokrasi yang menentukan. Setiap orang punya hak untuk running for RI 1," ujarnya.

Kalau kita runut, Presiden SBY atau Ibu Ani Yudhoyono bukan cuma sekali mengatakan hal ini. Dalam berbagai kesempatan, SBY/Ibu Ani juga kerap mengungkapkan hal yang sama.

Dalam talk show yang disiarkan RRI Pro 3 FM, Kamis (21/4/2011) lalu, Ani Yudhoyono juga mengaku tidak akan nyapres pada Pilpres 2014. Program talkshow ini khusus digelar untuk memperingari Hari Kartini yang jatuh tepat pada 21 April.Next

Halaman 1 2 3

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(anw/mei)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%