detikcom
Kamis, 09/06/2011 16:57 WIB

Calon KSAD

TNI AD: Letjen Budiman Baru Pensiun 3 Tahun Lagi

Ramadhian Fadillah - detikNews
Halaman 1 dari 2
Sumber foto: TNI AD
Jakarta - TNI AD mengklarifikasi pernyataan anggota Partai Demokrat di DPR soal masa pensiun Wakil KSAD Letjen Budiman. Sesuai dengan aturan TNI, masa pensiun perwira tinggi adalah 58 tahun. Jadi baru tiga tahun lagi salah satu kandidat KSAD itu pensiun.

"Itu perlu kami luruskan. Letjen Budiman itu bukan mau pensiun. Beliau kelahiran 25 September 1956. Jadi tidak benar kalau dikatakan beliau akan segera pensiun. Masih sekitar 3 tahun lebih lagi," ujar Kadispen TNI AD, Brigjen TNI Wiryantoro, kepada detikcom, Kamis (9/6/2011).

Wiryantoro meminta agar komentar disesuaikan dengan data-data yang ada dan semua pihak mengklarifikasi sebelum berkomentar. Dia juga meluruskan bahwa Letjen Pramono Edhie Wibowo adalah lulusan Akabri tahun 1980 bukan 1981.

"Kita yang ada datanya. Letjen Budiman adalah lulusan terbaik tahun 1978 dan peraih Adimakayasa," terang dia.

Menurut Wiryantoro calon pengganti KSAD saat ini sedang digodok di Wanjakti. Namun sesuai aturan, pemilihan KSAD tidak melibatkan DPR.

"Hanya Panglima TNI yang lewat DPR. Kalau KSAD itu hak Presiden," kata jenderal bintang satu ini.

Sebelumnya politisi PD Yahya Sacawirya berbicara soal dukungan Fraksi demokrat pada Pramono Edhie Wibowo. Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(rdf/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
60%
Kontra
40%